Kupi Beungoh
Catatan Perjalanan Ramadhan - Turki itu Istanbul, Istanbul Bukan Turki
Istanbul dan Turki - Pertumbuhan ekonomi Turki selama lebih dari 35 tahun, 1980-2017 sangat berasosiasi dengan kelompok provinsi harimau Anatolia itu
Apakah ada Casambra lain di Turki?
Bukan hanya ada, akan tetapi cukup banyak.
Hanya saja jika di Casambra terkenal dengan ketat, klasik, dan nyaris tradisonal, di berbagai tempat lain di wilayah Anatolia, terdapat masyarakat yang didominasi oleh mayoritas yang terpelajar, maju secara ekonomi, dan sangat islami.
Kawasan yang terdiri dari beberapa provinsi dan kota besar di Anatolia itu, dalam beberapa dekade terakhir telah dijuluki sebagai “harimau Anatolia”- sebuah istilah yang berasosiasi dengan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi luar biasa sejumlah negara dan kawasan Asia, yakni Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Singapore.
Paling kurang ada tujuh provinsi inti di wilayah Anatolia yang sangat hebat pembangunan dan pertumbuhan ekonominya, dan bahkan menjadi tumpuan ekonomi Turki secara keseluruhan.
Provinsi-provinsi itu adalah; Adıyaman, Çorum, Denizli, Edirne, Gaziantep, Kahramanmaraş,dan Konya.
Ketujuh provinsi itulah yang dijuluki dengan harimau Anatolia, dan mejadi pusat industri Turki, meninggalkan kawasan-kawasan industri tradisonal Turki sebelumnya seperti Istanbul, Kayseri, Ankara, Izmir, Adana, dan lain-lain.
Baca juga: Catatan Perjalanan Ramadhan - Istanbul, Rue de la Roquette, Haarlemmerstraat, dan St. Mar’sk Square
Pertumbuhan ekonomi Turki selama lebih dari 35 tahun, 1980-2017 sangat berasosiasi dengan kelompok provinsi harimau Anatolia itu.
Ekspor tahun 1980 misalnya yang hanya bernilai 2,9 miliar dolar telah meroket menjadi 157 miliar dolar pada tahun 2017.
Hal ini diikuti pula oleh naiknya pendapatan per kapita yang hanya 2.526 dolar pada tahun 1980 menjadi 10,000 dolar pada saat yang sama, yakni 2017.
Pertumbuhan industri dan eskpor Turki yang kontributor terbesarnya adalah kawasan harimau Anatolia telah mempercepat pertumbuhan kawasan perkotaan, yang memperbesar arus urbanisasi Turki.
Hari ini jumlah penduduk Turki yang tinggal di kawasan perkotaan lebih dari 76 persen.
Kelompok migran ini turut berkontribusi terhadap sektor jasa dari hanya 26 persen pada tahun 1960 menjadi 64 persen lebih pada tahun 2014.
Kehebatan tumbuhnya kawasan harimau Anatolia ini telah mendapat pengakuan dari Bank Dunia, yang menyitir sebagai cerita sukses industrialisasi dan urbanisasi negara pendatang baru sistem ekonomi pasar bebas.
Peran besar pertumbuhan itu berkaitan kebijakan liberalisasi ekonomi, dan investasi skala besar properti dan perumahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid_sosiolog-guru-besar-universitas-syiah-kuala_ai.jpg)