Jurnalisme Warga
Santri Aceh Jalani Ramadhan di Amerika
ALHAMDULILLAH, sebagai santri Dayah Modern Darul Ulum, Banda Aceh, saya memenangi beasiswa program pertukaran pelajar KL-YES.
Belum pernah saya dengar azan berkumandang di sini.
Meskipun demikian, saya biasa melihat jadwal shalat di aplikasi Muslim Pro yang sangat membantu.
Di saat seperti ini terkadang saya rindu suasana berpuasa bersama dengan keluarga di Aceh karena di sini semua bergantung pada diri kita sendiri.
Terutama waktu sahur.
Keseringan saya kesiangan dan berpuasa tanpa sahur.
Terkadang Niki yang membangunkan saya ketika alarm saya berbunyi.
Saya biasanya sahur dengan sereal atau makanan makan malam yang saya panaskan kembali setelah masuk kulkas.
Saya tidak suka memasak dan lebih memilih jalan mudah saja.
Pernah satu hari saya tantang Niki untuk ikut berpuasa dengan saya.
Dia berhasil menyelesaikan puasa sampai berbuka.
Ketika saya tantang untuk kedua kalinya ia menolak dan berkata “sekali saja cukup”.
Untuk berbuka biasanya saya makan menu makan malam keluarga.
Pada awal Ramadhan saya masih sempat berbuka bersamaan dengan waktu makan malam.
Namun, seiring waktu terbenam matahari semakin lama, saya keseringan makan sendirian sesudah makan malam keluarga.
Kegiatan sehari-hari saya adalah bersekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JAZIL-MUBARAK-melaporkan-dari-California-Amerika-Serikat.jpg)