Jurnalisme Warga
Santri Aceh Jalani Ramadhan di Amerika
ALHAMDULILLAH, sebagai santri Dayah Modern Darul Ulum, Banda Aceh, saya memenangi beasiswa program pertukaran pelajar KL-YES.
Ini tentunya berbeda dengan sekolah di Indonesia yang biasanya diliburkan selama Ramadhan.
Kegiatan sport akan sangat menantang di saat seperti ini.
Tentu saja karena kita tidak bisa minum meskipun gerah setelah berolahraga.
Begitu juga jika ada kegiatan di luar rumah.
Pernah pada satu hari saya menonton NBA bersama Niki.
Kebetulan permainannya di saat berbuka puasa.
Niki tak mau meninggalkan tempat duduk saat pertandingan berlangsung.
Untung saya membawa snack dalam kantong untuk jaga-jaga saat berbuka puasa.
Beberapa hari yang lalu juga merupakan hari Easter.
Jadi, keluarga besar kami mengadakan pesta makan bersama memperingati kebangkitan Yesus Kristus.
Saya seorang yang tidak makan.
Namun, keluarga menyimpan makanan untuk saya saat berbuka nantinya.
Begitu pula ketika saya pergi bersama kawan-kawan.
Ketika jam makan siang mereka akan berhenti makan di rumah makan terdekat.
Mereka tidak memaksa saya untuk ikut makan, justru mereka merasa tidak nyaman makan ketika ada temannya yang tidak bisa makan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JAZIL-MUBARAK-melaporkan-dari-California-Amerika-Serikat.jpg)