Jurnalisme Warga
Santri Aceh Jalani Ramadhan di Amerika
ALHAMDULILLAH, sebagai santri Dayah Modern Darul Ulum, Banda Aceh, saya memenangi beasiswa program pertukaran pelajar KL-YES.
Masjid terdekat dari tempat saya ada di Chico, tepatnya Chico Islamic Center.
Sekitar satu jam dari tempat saya.
Dikarenakan jarang sekali ada bus di Paradise, saya sangat kesulitan untuk ke masjid.
Saya hanya bisa berharap kepada keluarga untuk memberi tumpangan.
Namun, sering kali mereka sibuk sehingga saya tidak bisa ke masjid.
Selama tinggal di Amerika baru satu kali saya sempat ke masjid untuk shalat Jumat.
Untuk Tarawih, saya hanya shalat di kamar sendiri setiap malam.
Tentu rasa Tarawih sendiri sangat berbeda dengan shalat berjamaah.
Kebanyakan saudara muslim juga tinggal di daerah Chico daripada Paradise.
Biasanya setiap hari Sabtu mereka mengadakan pesta buka puasa bersama di masjid.
Sabtu ini adalah kali pertama saya pergi dan ikut iftar bersama di Islamic Center Chico.
Karena kebetulan ‘host sister’ saya bersedia mengantar dan menjemput.
Padahal, hari itu kesibukannya begitu padat.
Kebetulan sedang ada Festival Golden Nugget, memperingati hari ditemukannya emas di Paradise.
Saya ikut membantu membangun tenda di festival sebagai volunteer.
Kami juga memiliki tenda sendiri yang menyediakan informasi mengenai pertukaran pelajar.
Setelah itu saya pergi menghadiri pesta guru saya.
Tentunya bukanlah hal yang baik menolak memenuhi undangan orang.
Saya tetap berhadir ke pesta tersebut meskipun tidak bisa makan atau minum.
Meskipun hari begitu panas dan orang makan dan minum di sekitar, tapi saya manyakinkan diri untuk bertahan beberapa jam lagi hingga tiba waktu berbuka puasa.
Selepas pesta itu kami menuju masjid.
‘Host sister’ saya menunggu sampai saya masuk ke dalam masjid baru kemudian ia pergi ke restoran terdekat untuk makan malam sebelum kembali lagi untuk menjemput saya nanti.
Padahal, Islamic Center ini juga begitu terbuka untuk nonmuslim yang ingin ikut makan bersama.
Namun, ia merasa tidak nyaman, terlebih ia tidak mengenal serorang pun muslimah di Chico.
Saya begitu bahagia ketika bisa pergi ke masjid lagi.
Saya merasa begitu tenang dan nyaman begitu melangkahkan kaki masuk ke dalam masjid.
Walau bangunannya sederhana, tapi rasanya lebih indah daripada hotel berbintang sekalipun.
Pengurus masjid akan memasak beberapa menu berbuka.
Jamaah sendiri dianjurkan untuk membawa menu berbuka dalam rangka berbagi kepada sesama.
Suasana berbuka di sini membuat saya begitu rindu pada tanah air.
Makanan ringan untuk iftar sudah ditata dengan rapi di dalam masjid.
Jamaah datang, mengucap salam kepada sesama, lalu duduk sambil menunggu azan.
Sesudah berbuka, dilanjutkan dengan shalat Magrib, baru kemudian jamaah melanjutkan dengan makan yang sebenarnya.
Semua dipersiapkan pengurus masjid.
Jamaah mengantre mengambil makanan layaknya kenduri di Aceh karena kebanyakan muslim di daerah Chico adalah orang Pakistan sehingga menu makanan juga adalah makanan Pakistan.
Bagi saya, pengalaman berpuasa di Amerika sangatlah berbeda.
Banyak kegiatan Ramadhan yang biasanya saya lakukan bersama teman teman selama Ramadhan tidak bisa saya lakukan tahun ini.
Seperti ngabuburit, safari masjid, dan tadarus di masjid setiap malam.
Namun, kesempatan ini juga bagi saya adalah sarana mengukur keimanan kepada Allah.
Kita mungkin tidak sadar ketika berada di lingkungan muslim, tetapi akan sangat terasa keislaman kita saat kita tinggal di tempat mayoritas nonmuslim.
Persaudaraan di antara muslim di Chico juga sangat kuat.
Kata “minoritas” membuat kami merasa semakin dekat.
Meskipun kami belum pernah berjumpa sama sekali sebelumnya.
Namun, kami sadar, meskipun kita bukan saudara secara biologis, kami adalah saudara seiman.
Saudara di sisi Allah ta’ala.
Baca juga: 150 Santri di Aceh Utara Ikut Program 20 Hari Bersama Alquran, Dalam Kampoeng Alquran Angkatan III
Baca juga: Tiga Santri di Pidie Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JAZIL-MUBARAK-melaporkan-dari-California-Amerika-Serikat.jpg)