Kupi Beungoh
Menjadi Suci di Hari Fitri
Selama bulan Ramadhan, Sepanjang malam menempa diri dengan ibadah, tarawih, tadarus, shalat malam, i"tikaf dan ibadah lainnya.
Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 1-2).
Oleh karena itu baginya, Al Qur'an itu adalah pedoman hidup, artinya Al Qur'an itu, dibacanya dengan baik dan benar sesuai dengan aturan tajwidnya, lalu di dipelajari isi kandungannya, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tau satu ayat dikerjakan satu ayat dan seterusnya.
Mengikuti perintah atau meninggalkan larangan dalam Al Qur'an baginya, adalah yang utama, dan segalanya, nomor satu, setiap perintah yang Allah sampaikan dalam Al Qur'an "kami dengar dan kami ta'at", bukan " kami dengar kami pikir pikir, dan tidak dikerjakan".
Setiap ayat yang dibaca, dipahami sebagai media komunikasi antara Rabb dengan dirinya sebagai makhluk ciptaan, tidak ada pilihan bagi seorang hamba, kecuali mendengar, dan patuh melaksanakannya perintah atau meninggalkan jika itu larangan, karena keimanannya membuat ia yakin betul, Sang Pencipta tentu tau betul yang terbaik untuk hamba atau ciptaannya.
Dalam pengamalan dengan keterbatasan kita sebagai manusia biasa, ada lelah, ada malas, ada banyak kendala, dan godaan untuk sami'na wa atha'na kepada Allah SWT.
Dalam hal ini kita minta pertolongan Allah agar dipermudahkan seperti dalam do'a berikut ini:
Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik
Artinya: Ya Allah, tolonglah aku dalam berzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik pada-Mu
E. Berkesinambungan Dalam Kebaikan
Dalam beramal shaleh, seorang yang bertaqwa, tidak mengenal waktu, tempat dan momen. Artinya amal shaleh, kebaikan kebaikan yang sudah dikerjakan, dibiasakan, di jaga dibulan Ramadhan, tetap ia jaga, tetap ia laksanakan sepanjang waktu, tidak hanya dibulan Ramadhan saja.
Dengan demikian, pelatihan sebulan penuh selama Ramadhan , dengan menahan hati, menahan diri, menahan semua anggota tubuh dari segala bentuk maksiat kepada Allah SWT, menahan lapar dan dahaga, menghidupkan Ibadah di waktu siang dan malam. Ini tentunya menjadi pencuci jiwa dan raga dari salah dan dosa, sehingga menjadi Fitri, menjadi fitrah atau suci kembali.
*) PENULIS Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Jawaban Taqabbalallahu Minna Waminkum saat Hari Raya Idul Fitri, Apakah Selama Ini Anda Sudah Benar?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ainal-mardhiah11111.jpg)