Breaking News:

Salam

Perlu Kampanye Lagi Anti Human Trafficking

Awal pekan lalu kita merinding membaca kisah perih yang dialami seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh di Malaysia

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Atika Abdurrahman (69) (dua kiri)tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan kronologis putrinya yang menjadi korban perdagangan manusia (Human Trafficking) kepada Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail (tengah) 

Awal pekan lalu kita merinding membaca kisah perih yang dialami seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh di Malaysia.

Menurut anggota DPRA, Asrizal H Asnawi, tragedi itu dialami Lili Herawati (25) gadis asal Kabupaten Aceh Tamiang.

Lili Herawati merantau ke Malaysia pada tahun 2014.

Saat itu usianya masih 16 tahun atau baru tamat SMP.

Dia ditempatkan sebagai asisten rumah tangga di Negeri Sembilan Malaysia.

Kala itu, agen yang membawanya ke sana menjanjikan gaji bayaran sebesar RM 700/bulan (sekira Rp 2,3 juta).

Tahun pertama, kehidupan Herawati berjalan normal.

Namun memasuki tahun kedua, dia mulai mendapatkan perlakuan kasar dari majikan wanita.

“Saya sering dipukul dan ditampar, juga tak pernah lagi menerima gaji,” kata Herawati kepada anggota DPRA.

Baca juga: Ketua DPRK Pidie Himbau Perangkat Desa untuk Mengedukasi Warganya Tentang Human Trafficking

Baca juga: Wanita Muda Aceh Ditemukan Telantar di Penang Malaysia, Diduga Korban Human Trafficking

Selama 8 tahun berada di rumah itu, dia tidak pernah menghubungi keluarganya di Aceh Tamiang karena dilarang majikan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved