Opini

Selamatkan Pak Wali

Hampir setiap sudut badai sedang menerjang Pak Amin (sapaan bagi H Aminullah Usman SE Ak MM).

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
HERMAN RN, Dosen Universitas Syiah Kuala, warga Kota Banda Aceh 

Tunggakan pembayaran honor tahun 2021, ditambah dengan proses pembayaran honor mengangkangi Perpres, belum lagi pengalihan dana ZIS (walau sifatnya sementara), merupakan bagian dari badai yang sedang melanda posisi Pak Wali.

Badai ini bisa menghancurkan karakter Pak Wali.

Ditambah lagi soal pengalihan anggaran pembangunan Masjid Baiturrahim Ulee Lheu untuk membeli tanah di daerah lain yang tidak dijelaskan peruntukannya.

Semua ini adalah hujan badai di akhir masa jabatan yang harus diwaspadai Pak Wali.

Sudah saatnya Pak Wali bangun dari pujian, berdiri dari manisnya laporan.

Saatnya Pak Wali meninggalkan lapangan tenis dan kembali ke laptop.

Publik tahu Pak Wali selama ini sibuk dengan tenis, lalai dengan bola.

Nun di sana, seluruh pekerjaan dipercayakan kepada bawahan.

Kini muncul masalah yang sudah menggelembung menjadi badai dari bawahan.

Pak Wali harus menyadari hal ini semua sehingga tidak sampai seperti sindiran anggota DPRK dari fraksi PKS: Pak Amin harus menuntaskan utang agar berakhir husnul khatimah.

Mungkin selama ini Pak Amin terlalu percaya pada bawahan, terlalu yakin dengan anggota dewan.

Semua usulan pokir anggota dewan diterima dengan harapan setiap anggota dewan dapat membangun setiap sudut kota Banda Aceh sesuai dapil masing-masing.

Namun, kini apa yang terjadi.

Perparkiran amburadur.

Tukang becak dan sopir angkot bisa jadi tukang parkir dadakan.

Setiap ada hujan, beberapa lokasi Banda Aceh tergenang air.

Kebersihan kota pun jadi sorotan publik.

Ditambah lagi tidak berfungsinya Taman Sari sebagai taman kota sebagaimana alunalun di kota-kota lain.

Wah, banyak pekerjaan yang tidak mungkin diselesaikan Pak Wali.

Meskipun bawahan melaporkan utang tahun 2021 sudah 77 % lunas, artinya sudah Rp122,3 miliar dibayar dari total Rp158,7 miliar, bukan berarti ini sebuah prestasi.

Karena ada pertanyaan tersisa, dengan anggaran Rp158 miliar pada tahun ini untuk membayar utang tahun 2021, berapa sisa anggaran untuk pembangunan tahun 2022? Bukankah ini akan menjadi utang lagi di tahun berikutnya? Sekali lagi, bangunlah Pak Wali.

Tinggalkan dulu lapangan bola, lupakan sementara lapangan tenis.

Benahi semua ini.

Masih ada sisa 30 hari lagi masa jabatan.

Bentuk tim resolusi utang Pemko.

Tinjau ulang kembali dana pokir DPRK yang tidak bermanfaat langsung kepada masyarakat.

Jangan sampai apa yang dikatakan Khalil Gibran menjadi kenyataan, yakni kasihan bangsa ini yang menyambut pemimpinnya dengan terompet kemenangan, tetapi harus melepaskannya dengan cacian.

Semoga tidak sampai begitu.

Baca juga: Rumah Layak Huni untuk 2 Yatim, Program Bedah Rumah Aminullah

Baca juga: Aminullah: MES Aceh Gelar Seminar Nasional dan Rakerwil di Sabang

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved