Minggu, 26 April 2026

Jurnalisme Warga

Bidan sebagai Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak

Setelah saya kuliah di jurusan kebidanan, saya paham Allah menghadirkan saya ke dunia pada tanggal tersebut, bertepatan dengan lahirnya organisasi

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
ZAKIYAH DRAZAT, S.Tr.Keb,  Anggota Komunitas Jurnalisme Warga Banda Aceh, Bidan, dan Mahasiswi S-2 Magister Ilmu Kebencanaan USK, melaporkan dari Banda Aceh 

(2) Pertolongan pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk menyelamatkan nyawa klien.

(3) Keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan keadaan yang mengancam nyawa klien.

(4) Keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh bidan sesuai dengan hasil evaluasi berdasarkan keilmuannya.

(5) Penanganan keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Menurut laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2013, delapan dari sepuluh negara dengan angka kematian ibu tertinggi yang tercatat baru-baru ini menghadapi bencana.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNFPA melaporkan pada tahun 2015 bahwa sekitar 61 % dari kematian ibu terjadi di negara rawan bencana.

Lebih dari sepertiga dari kasus kematian ibu terjadi di tengah bencana, salah satu penyebabnya adalah kurangnya peralatan dan personel yang berkualifikasi dalam sistem perawatan kesehatan.

Upaya memberikan pelayanan kesehatan pada kondisi krisis akibat bencana terus ditingkatkan, tapi belum optimal, baik dari tenaga kesehatan yang terlatih, peralatan, kompetensi maupun pengetahuan tenaga kesehatan tersebut dalam hal ini salah satunya tenaga bidan.

Akibatnya, pelayanan masih terbatas pada penanganan masalah kesehatan secara umum, sedang kesehatan reproduksi belum menjadi prioritas dan sering tidak tersedia.

Bidan merupakan tenaga kesehatan yang pada umumnya bekerja di puskesmas atau yang berada di masyarakat/ komunitas yang paling dekat terkena dampak dari bencana.

Kontribusi bidan terhadap bencana/pengurangan risiko darurat atau kesiapsiagaan sangat penting.

Bidan sering tidak termasuk dalam tenaga kesiapsiagaan bencana di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Hal ini didukung oleh fakta dari WHO yang menyebutkan bahwa kesehatan ibu, bayi baru lahir dan perempuan perlu diperhatikan dalam manajemen korban massal sehingga ICM dan asosiasi anggotanya untuk memastikan bahwa bidan dapat berpartisipasi dan mengambil peran dalam kesiapsiagaan bencana pada kelompok rentan tersebut, mulai dari penyelamatan, evakuasi, pengamanan sampai dengan pelayanan kesehatan dan psikososial

Baca juga: Alumni Perawat dan Bidan Eks RSU Banda Aceh Gelar Silaturahmi, Wabup Aceh Tengah Ikut Bernostalgia

Baca juga: Sosok Prajurit TNI dan Bidan yang Dibantai OTK di Papua, Pahlawan Kemanusiaan yang Suka Menolong

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved