Breaking News:

MPU Aceh Ingatkan Kaum Pria yang Suka Pakai Celana Pendek di Tempat Umum: Bertentangan Hukum Islam

Menurutnya, hal tersebut selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga bertentangan dengan adat Aceh.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali 

SERAMBINEWS.COM - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh baru-baru ini menyoroti trend penggunaan celana pendek oleh kaum pria di ruang publik atau tempat umum.

Penggunaan celana pendek belakangan ini memang sedang marak dan menjadi trend di kalangan pria.

Tak terkecuali di Aceh, banyak pria yang juga menggunakan celana pendek saat mendatangi tempat-tempat umum.

MPU Aceh pun menaruh perhatian terhadap cara berpakaian kaum pria yang jadi trend tersebut.

Ketua MPU Aceh, Tgk. Faisal Ali mengatakan, bahwa pihaknya juga telah mendapat banyak pengaduan dari masyarakat tentang trend baru tersebut.

Dirinya pun lantas mengingatkan kaum pria, bahwa cara berpakaian seperti itu tidak sesuai dengan syariat.

Baca juga: Polemik Ganja Medis, Ternyata MPU Aceh Sudah Mengeluarkan Fatwa Penggunaan Narkotika di Tahun 1993

Sesuai hukum Islam, aurat laki-laki yaitu antara pusat hingga lutut.

Bagian itu tak boleh terlihat, atau haram diperlihatkan.

"Itu bertentangan dengan hukum Islam. Aurat laki-laki itu diantara pusat dan lutut," kata Tgk Faisal seperti dikutip dari Serambinews.com, Kamis (30/6/2022).

Sehingga cara berpakaian seperti itu, sambung Tgk Faisal, hukumnya adalah haram.

Tak hanya celana pendek, mengenakan celana ketat yang menyerupai tubuh bagi kaum adam juga haram hukumnya.

"Jadi bukan hanya perempuan saja yang haram hukumnya (mengenakan pakaian ketat), tapi laki-laki juga haram," tegasnya.

Abu sibreh, sapaan Tgk Faisal bahkan menyebut, menggunakan celana pendek pada saat melakukan kegiatan olahraga ataupun kegiatan-kegiatan lain juga hukumnya haram.

Baca juga: Ketua MPU Terkait Usulan Aceh Satu-satunya Embarkasi Haji di Indonesia: Antara Logis dengan Tidak

Menurutnya, hal tersebut selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga bertentangan dengan adat Aceh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved