Senin, 8 Juni 2026

Kupi Beungoh

Keutamaan Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah

Amalan Dzulhijjah menjadi amalan yang paling dan paling dicintai oleh Allah ta'ala sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
Dokumen Pribadi
Ketua MIUMI Aceh, Ustaz Dr Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA. 

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA.

Segala puji bagi Allah ta'ala yang telah mempertemukan kita dengan bulan Dzulhijjah.

Bulan yang agung dan mulia karena termasuk empat bulan haram yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, di mana pahala amal shalih pada bulan-bulan ini dilipat gandakan sebagaimana dosa maksiat dilipat gandakan pula.

Bulan yang agung dan mulia karena ibadah haji dan kurban disyariatkan padanya.

Pada bulan Dzulhijjah ini disyariatkan untuk memperbanyak amal shalih khususnya pada sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah mulai tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah, karena hari-hari ini memiiki keutamaan yang besar dan agung.

Baca juga: Bolehkah Puasa Senin dan Kamis pada Bulan Dzulhijjah? Begini Hukumnya Menurut Para Ulama

Adapun keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yaitu Allah ta'ala sangat mencintai amal shalih yang dilakukan oleh hamba-Nya pada hari-hari ini melebihi hari-hari lainnya sepanjang tahun.

Amalan ini menjadi amalan yang paling dan paling dicintai oleh Allah ta'ala sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih.

Di antaranya, hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Tidak ada hari-hari di mana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (awal Dzulhijjah). Mereka (para sahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?".

Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)." (HR. Al-Bukhari, At-Tirmizi, Ibnu Majah dan Abu Daud).

Mengomentari hadits Ibnu Abbas di atas, Imam Ibnu Rajab berkata,

"Pembicaraan mengenai keutamaan sepuluh Dzulhijjah dalam dua bagian, yaitu pertama; keutamaan amalan padanya. Mengenai hal ini, hadits ini menunjukkannya. Kedua; keutamaannya (sepuluh hari awal Zulhijjah) itu sendiri " (Lathaif Al-Ma'arif: 336)

Imam An-Nawawi rahimahullah mengomentari hadits Ibnu Abbas di atas dengan menulis judul bab hadits ini dalam kitabnya "Riyadhush Shalihin" dengan “Bab: Keutamaan Puasa dan lainnya pada Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah”, lalu beliau menyebutkan hadits tersebut. (Riyadhus Shalihin: 446).

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata,  "Dalam hadits tersebut (hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu) terdapat pengagungan jihad dan macam-macam tingkatannya.

Tujuan utamanya adalah mengorbankan jiwa karena Allah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved