Opini

Pj Gubernur dan Komitmen untuk Aceh

Frasa ini memberi makna selama dua setengah tahun ke depan, Aceh akan dipimpin pejabat, yang telah ditunjuk sesuai dengan ketentuan undang- undang

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
FIRDAUS NOEZULA, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Juru Bicara Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh 

Ketiga isu utama di atas merupakan satu kesatuan dan terkait dengan berbagai masalah lainnya.

Fakta dan data tersebut lengkap tertuliskan dalam Rencana Pembangunan angka Panjang Aceh (RPJP Aceh 2012-2032), Rencana Pembangunan Aceh Jangka Menengah Aceh (RPJM Aceh 2017-2022), maupun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang selalu diperbaharui dan disusun setiap tahunnya.

Pertama, kemiskinan Aceh menempati provinsi termiskin di Sumatera serta berada di urutan kelima dari 34 provinsi se-Indonesia.

Angka kemiskinan Aceh per September 2021, Aceh berada pada angka 15.53 persen dengan jumlah 850.260 orang yang tercatat.

Bila diamati lebih mendalam, memang ada perbaikan dari posisi awal tahun 2017 yang pada saat itu angka kemiskinan sebesar 16,89 persen serta pernah mengalami penurunan yang positif di awal Maret 2020 yang berada di angka 14.99 persen (BPS, 2022).

Tapi angka kemiskinan Aceh hari ini, hampir sama dengan angka 22 tahun silam, yaitu di tahun 2000 kemiskinan Aceh di angka 15.20 persen.

Medio September 2020, dalam dokumen RKPA tahun 2022 disebutkan “pandemi Covid-19 ikut menyumbang 61.000 pekerja informal kehilangan pekerjaan di Aceh”.

Fakta ini juga memberikan PR baru kepada Pj Gubernur Aceh.

Kemiskinan merupakan isu yang kompleks serta multidimensi; lantaran dipengaruhi oleh berbagai aspek hingga menyebabkan seseorang jatuh dalam lubang kemiskinan.

Posisi miskin tidak pernah menjadi harapan setiap orang, tetapi kadang kondisi ini dialami oleh masyarakat lantaran ada kebijakan publik yang salah urus bahkan yang paling memprihatinkan kaburnya mata pemerintah dalam menjalankan program untuk kesejahteraan mereka.

Kedua, perdamaian Aceh harus menjadi perhatian yang serius dari Pj Gubernur Aceh.

Melahirkan perdamaian di Aceh bukanlah hal yang mudah.

Presiden RI Ke-6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan bahwa tindakannya dalam menangani konflik di Aceh tidak mudah, banyak suara dukungan dan penolakan atas keputusannya terkait penanganan konflik Aceh.

Namun, SBY tegas untuk tetap menghadirkan perdamaian di Bumi Serambi Mekkah.

Hal ini disampaikan dalam peluncuran buku Biografi Dipo Alam berjudul “Dalam Pusaran Adab Dipimpin dan Memimpin”.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved