Opini
Revolusi Industri 4.0 Dirangkul Atau Dihindari?
UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) dan USU (Universitas Sumatera Utara) adalah dua universitas asal Indonesia yang menerima hibah program Erasmus+ Eropa
Oleh Dr Kahlil Muchtar ST M Eng, Ketua Prodi Teknik Komputer USK, Tim Study Visit USK pada Program IND 4.0 Erasmus+ di Patras, Yunani
UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) dan USU (Universitas Sumatera Utara) adalah dua universitas asal Indonesia yang menerima hibah program Erasmus+ Eropa untuk melakukan penguatan kurikulum magister ke arah Revolusi Industri (RI) 4.0.
Menurut penulis ini merupakan salah satu kesempatan besar bagi Aceh untuk terus menyiapkan talenta-talenta muda yang adaptif terhadap teknologi dan berdaya saing.
Sebagai salah satu rangkaian program ini, penulis dan beberapa delegasi dari USK (dipimpin oleh Prof.Samadi) mendapat kesempatan untuk melakukan kunjungan akademis ke Kota kecil bernama Patras, tepatnya Hellenic Open University (HOU), Yunani.
Selain USK dan USU, kegiatan ini melibatkan beberapa partner konsorsium baik dari universitas maupun institusi dari Asia dan Eropa, yaitu dari Malaysia terdiri dari Universiti Teknologi Mara, Universiti Teknologi Malaysia dan Universiti Kuala Lumpur, dari Kamboja terdiri dari University of Heng Samrin Thbongkhmum, University of Battambang dan Mean Chey University.
Menurut penulis, setelah beberapa hari di negara tersebut, mendapati kemudahan yang difasilitasi oleh teknologi.
Ketepatan waktu moda transportasi, pemantauan secara terpusat di stasiun yang ada, serta melibatkan teknologi internet adalah beberapa keunggulannya.
Jika internet dimanfaatkan untuk memudahkan aktivitas masyarakat, maka tujuan teknologi sehat/positif akan tercapai.
Namun sebaliknya, jika teknologi internet justru melemahkan semangat, lalai dan membunuh waktu dengan game online, maka ini harus menjadi perhatian khusus agar Aceh tidak tertinggal.
Baca juga: Tantangan Talenta Aceh di Era Revolusi Industri 4.0
Baca juga: Santri Era Revolusi Industri 4.0
Menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Revolusi Industri (RI) 4.0 adalah upaya transformasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia internet dan lini produksi di Industri, di mana semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama.
Di Eropa, RI 4.0 telah memiliki dampak yang sangat signifikan di berbagai bidang, dari pertanian, industri skala besar, hingga manufaktur.
Tujuan yang ingin dicapai dari transformasi ini adalah industri yang lebih produktif dan efisien.
Menurut britannica.com, RI 4.0 di Eropa telah berhasil menambah pendapatan dari sisi industri, serta peningkatan standar hidup masyarakat yang semakin baik.
Secara spesifik, laporan ini menegaskan bahwa transformasi RI 4.0 telah berdampak pada kesehatan masyarakat, perumahan yang makin terjangkau, dan barang-barang yang semakin murah.
Tidak hanya itu, kualitas edukasi pun semakin baik dengan adanya otomasi di beberapa bidang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-kahlil-muchtar.jpg)