Luar Negeri
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Sembunyi di Singapura, Minta Suaka?
Sumber tersebut mengatakan kepada CNN bahwa Rajapaksa meninggalkan Ibu Kota Maladewa, Male, dengan "penerbangan Saudi".
Dalam pidato yang disiarkan televisi setelah ribuan orang merebut kantornya di Colombo, Wickremesinghe menyatakan, "Mereka yang ke kantor saya ingin menghentikanku dari melaksanakan tanggung jawab sebagai penjabat presiden."
"Kami tidak bisa membiarkan fasis mengambil alih. Itulah mengapa saya mengumumkan keadaan darurat nasional dan jam malam," tambahnya.
Jam malam telah dicabut pada Kamis (14/7/2022) dini hari, tetapi polisi mengatakan bahwa seorang tentara dan polisi terluka dalam bentrokan semalam dengan pengunjuk rasa di luar gedung parlemen nasional.
Rumah sakit utama di Colombo mengatakan, sekitar 85 orang dirawat dengan luka-luka pada Rabu (13/7/2022), dan satu orang tewas karena lemas setelah terkena gas air mata di kantor perdana menteri.
Gotabaya Rajapaksa berjanji mengundurkan diri pada Rabu (13/7/2022), tetapi sejauh ini belum ada pengumuman dia telah melakukannya.
Krisis Sri Lanka yang berujung demo ricuh membuat Presiden Sri Lanka melarikan diri ke Maladewa bersama istri dan dua pengawalnya menggunakan pesawat militer. Mereka diperkirakan menuju Singapura.
Baca juga: Kantor Kemenag Subulussalam Raih Apresiasi IKPA Semester I 2022
Baca juga: Paman Tega Rudapaksa Keponakan di Tana Toraja, Pelaku Tarik Paksa Korban ke Dalam Kamar
Baca juga: VIDEO Kejari Sabang Berbagi Sembako dalam Rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-62
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0504Presiden-Sri-Lanka-Gotabaya-Rajapaksa.jpg)