Opini
Makna Sebuah Kemerdekaan
TUJUH puluh enam tahun lalu tepatnya 17 Agustus 1945, merupakan detik-detik hari yang paling bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia
Bentrokan terjadi dimana-mana.
Media memberitakan peristiwa kerusuhan di berbagai pelosok Negeri ini.
Bukankah Negeri ini sudah Merdeka? Apa kita sudah lupa dengan bunyi Pancasila yang selalu kita sebutkan saat upacara bendera? masih ingatkah kita sila ketiga “Persatuan Indonesia”.
Apakah dengan kerusuhan dan bentrokkan kita bisa dikatakan bersatu? tentu tidak! Kebanyakan dari mereka melakukan aksi seperti itu hanya ingin menuntut kepentingan pribadi dan golongannya semata.
Meneruskan amanah Semua kita sadar dan sadar, bahwa jasa mereka sebagai pejuang tak akan terlupakan dan dilupakan.
Sekalipun mereka sudah tiada, nama mereka tetap dikenang dan disebutkan dalam lembaran sejarah bangsa ini.
“Janganlah kamu mengatakan bagi orang-orang yang terbunuh (syahid) dijalan Allah mereka sudah mati, tetapi mereka masih hidup, namun kebanyakan mereka tidak menyadari”(QS, Al- Baqarah:154).
Mari meneruskan amanah, sebagai titipan mereka, jangan mudah mengkhianatinya.
Memang kita sudah merdeka, tetapi kita masih dijajah oleh yang namanya “kebodohan” dan keterbelakangan dan tirani kekuasaan.
Di sisi lain masih memunculkan pertanyaan besar bila melihat tingkat kemiskinan yang masih menghantui para generasi penerus Bangsa, untuk masalah ini mungkin dianggap sepele oleh “para koruptor dan pengkhianat bangsa” yang terus merajalela dan membudaya di negeri tercinta ini.
Menguras secara perlahan uang rakyat serta membuat bangsa ini menjadi goyah dengan tumpukan utang.
Yang sudah mencapai puluhan triliun.
Tidak hanya sebatas itu, hutan pun digunduli, bumi dikuras karena memburu hawa nafsu, tanpa sedikit pun merasa belas kasihan untuk anak cucunya di kemudian hari.
Bukankah dulu kita adalah Bangsa yang mandiri, yang memiliki sumber daya alam paling banyak di dunia.
Kenapa di zaman sekarang sumber daya alam kita dikelola oleh “bangsa asing”, alhasil untuk pembagian untungnya akan lebih besar pemilik kelola di banding pengelolanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/abdul-gani-isa-ketua-bwi-perwakilan-acehanggota-mpu-aceh.jpg)