Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Jalan Terjal Kelas Jauh di Aceh Tengah

Selama dua hari berturut-turut, sejak Jumat, pegawai Dinas Pendidikan Aceh berkunjung ke dua desa terpencil di Aceh Tengah itu

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM bersalaman dengan siswa SMA kelas jauh di Jamat, Aceh Tengah, Sabtu (27/8/2022). 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Mahlil (45) menggenggam dua sisi setir berlogo "tiga lingkaran" kuat-kuat. Suara mesin berkapasitas 2.000 cc itu meraung.

Mahlil tak dapat mengalihkan pandangan dari jalan sempit berlumpur yang harus dilewatinya dengan kehati-hatian penuh.

Dia menekan pedal gas dalam-dalam. Kendaraan itu terlihat seperti meloncat.

Mahlil adalah sopir di Dinas Pendidikan Aceh. Siang itu, Sabtu, 27 Agustus 2022, dia ditugaskan untuk membawa rombongan dari kantornya ke Sekolah Dasar 10 Linge, di Desa Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. “Jalan ini lebih parah daripada jalan ke Pameu,” kata Mahlil.

Selama dua hari berturut-turut, sejak Jumat, pegawai Dinas Pendidikan Aceh berkunjung ke dua desa terpencil di Aceh Tengah itu.

Rombongan dipimpin oleh Drs Alhudri MM, Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Dia membawa serta sejumlah kepala bidang dan kepala cabang dinas dalam perjalanan itu. Mahli adalah salah satunya.

Baca juga: Sekolah di Aceh Melorot ke Posisi Bawah , LTMPT Rilis Data Top 1.000 Tahun 2022

Perlu waktu sekitar dua jam lebih untuk sampai ke Pameu. Desa ini berjarak sekitar 24 kilometer dari Kecamatan Geumpang di Pidie.

Di kampung ini, Dinas Pendidikan Aceh membuka kelas jarak jauh untuk mendekatkan akses ke sekolah bagi warga di desa tersebut.

Saat ini, tercatat 31 siswa di sekolah jarak jauh. Kelas satu terdiri atas sembilan murid, kelas dua 15 murid, dan kelas tiga 5 murid. Murid-murid ini ber sekolah dengan memanfaatkan bangunan balai desa.

Dengan bantuan masyarakat dan tetua kampung Pameu, balai desa itu dibagi menjadi tiga kelas bersekat tripleks.

Pada perayaan hari-hari besar, sekat kelas itu terpaksa dibongkar karena balai desa digunakan untuk acara lain.

“Kelasnya sempit. Kalau hujan, kami kena tempias hujan,” kata Rohana, pelajar kelas satu.

Seluruh guru di sekolah ini didatangkan dari SMA Negeri 19, Angkup. Jumlahnya 12 orang. Mereka harus berkendara sekitar 1,5 jam dari Angkup. Sebagian besar guru-guru yang mengajar di kelas jarak jauh itu menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Dinas Pendidikan Aceh Selatan Pilih Guru Beprestasi 2022, Ini Nama-Namanya

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved