Opini
Cegah HIV/AIDS dengan Pendidikan Seks Dini
Kasus HIV AIDS sedang mendapat sorotan tajam di seluruh dunia, termasuk di berbagai media sosial yang juga ikut ramai diberitakan
Seseorang yang terjangkit virus ini akan mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga akan sangat mudah tubuh terserang oleh berbagai penyakit infeksi lainnya sehingga memperburuk keadaan hingga berujung kepada kematian.
Gejala yang dialami berupa flu dalam waktu cukup lama dan akan hilang dalam waktu sekitar seminggu.
Baca juga: Asal Usul AIDS Terungkap, Patient Zero adalah Tentara Perang Dunia I yang Kelaparan
Umumnya orang yang terjangkit HIV tidak merasa sakit selama bertahun-tahun bahkan dapat tampak seperti orang sehat, tanpa menujukkan gejala HIV.
Selama penyakit berlangsung, orang tersebut mengalami infeksi jamur di lidah.
Pada perempuan bisa dengan mudah terkena infeksi jamur vagina berat atau penyakit radang panggul.
Untuk mengetahui seseorang terinfeksi HIV maka perlu dilakukan skrining dengan pengambilan sampel darah.
Apabila hasil skrining menunjukkan pasien terinfeksi HIV, maka pasien perlu menjalani tes lanjutan.
Selain untuk memastikan hasil skrining, tes tersebut dapat membantu dokter mengetahui tahap infeksi yang diderita serta untuk menentukan metode pengobatan yang tepat.
Tes dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien, untuk diteliti di laboratorium.
Selama ini belum ditemukan adanya obat untuk penyembuhan, hanya saja obat-obatan yang diberikan untuk mempertahankan dan menjaga daya tahan tubuh agar semakin meningkat guna mempertahankan kesehatan tubuh si penderita saja.
Edukasi seks dini Dari kasus yang bermunculan, penyakit HIV AIDS umumnya terjadi karena pergaulan bebas, seks bebas maupun penggunaan narkoba dan penggunaan suntik yang bergantian.
Kelompok remaja merupakan penyumbang kasus terbanyak.
Kurangnya pengetahuan remaja mengenai pergaulan bebas, seks bebas, penggunaan narkotika menjadi salah satu penyebab remaja mudah terpengaruh pergaulan bebas.
Untuk itu, dibutuhkan edukasi seks kepada anak sedini mungkin agar nantinya dapat diterapkan ketika si anak dewasa.
Kendalanya, dalam masyarakat kita, pendidikan seks pada anak dianggap sesuatu hal tabu yang malu untuk dibicarakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ULLY-FITRIA-SKMMahasiswi-Magister-Kesehatan-Masyarakat.jpg)