Opini
Dana Otsus Ramah Milenial dan Perempuan
Besaran DOKA untuk tahun pertama sampai tahun ke-15 adalah 2 persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) nasional
Seperti tidak berbekas dana Rp88,43 triliun yang telah dicairkan.
Walaupun kita terus berharap Dana Otsus dapat berperan sebagai pendorong kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di bumi Serambi Mekkah yang kita cintai ini.
Introspeksi Generasi Milenial memiliki karakter yang berbeda dari generasi lain seperti Generasi Baby Boomer (1946-1964), Generasi X (1965-1976), dan Generasi Z (1996-2010).
Pemuda yang masuk dalam kategori milenial (1977-1995) cenderung lebih percaya diri, berorientasi terhadap kesuksesan, lebih berjiwa toleran dan menghargai keberagaman, bersifat kompetitif dan ingin selalu memimpin, haus akan perhatian yang memiliki umpan balik, serta selalu ingin maju namun tetap menghargai evolusi.
Harusnya dengan berbagai ciri positif tersebut generasi milenial ketika diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan dan pengimplementasian DOKA harus turut memberikan sumbangsih ide kreatif, membuat pilihan secara mandiri, dan memberikan pendapat dengan merdeka, jangan hanya ikut arus seperti air mengalir.
Begitu pun perempuan, harus lebih berani dan percaya diri dalam menyuarakan hak-haknya.
Kaum hawa harus lebih peka dan turut andil dalam kebijakan publik, tidak minder untuk bersaing dengan laki-laki serta sadar bisa memimpin di mana dan dalam hal apa saja.
Rekam jejak sejarah kepemimpinan Aceh telah terbukti banyak perempuan yang mampu menghasilkan kebijakan yang mengakomodir kepentingan rakyat.
Secara kapabilitas dan intelektual ada banyak perempuan Aceh yang memiliki syarat cukup untuk menjadi pemimpin di setiap levelnya, baik secara pangkat maupun pengalaman leadership, tidak hanya tingkat daerah namun juga mampu di tingkat nasional bahkan internasional.
Ada banyak peran pemuda dan perempuan dalam pemanfaatan DOKA, seperti pengembangan entrpreneurship, mengawal penggunaan dana Otsus, ikut terlibat dalam kepemimpinan di pemerintahan Aceh, menangani isu-isu sosial dan kepemudaan, mengawal perdamaian dan rekonsiliasi Aceh, serta menjadi agen yang mempromosikan Aceh sebagai daerah yang memiliki ciri khas Syariat Islam.
Dengan meleknya generasi milenial dan perempuan terhadap teknologi, mereka sudah terbiasa bekerja cepat di mana dan kapan saja tanpa terhalang kehidupan pribadi, sehingga lebih profesional dan mandiri secara ekonomi. (cutintanarifah@ gmail.com)
Baca juga: Sekda Aceh Tengah Buka Workshop Koordinasi dan Sinkronisasi Dana Otsus Aceh
Baca juga: Gubernur Nova Iriansyah Sebut Aceh tak Perlu Takut Jika Dana Otsus Berakhir, Ini Alasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CUT-INTAN-ARIFAH-Anggota-Forum-Lingkar-Pena-dan-Wakil-Ketua-IWAPI-Aceh.jpg)