Salam
Persiraja Bayar Mahal Insiden Itu
Persiraja harus membayar mahal insiden padamnya lampu Stadion Lampineung, Banda Aceh, saat harus menjamu PSMS Medan, dalam Kompetisi Sepak Bola Liga
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara sepakbola menyebut bahwa lampu stadion padam enam menit sebelum kick-off atau pukul 20.24 WIB.
Penyebab lampu padam karena genset yang menjadi sumber utama pencahayaan di stadion tersebut kehabisan bahan bakar.
Atas fakta itu, pihak PT LIB menilai ada kelalaian dalam persiapan pertandingan yang dilakukan oleh panitia, sehingga laga resmi tersebut batal terlaksana.
Baca juga: Polisi Periksa Tujuh Saksi Kasus Pembakaran Stadion Lampineung, PT LIB Nyatakan Persiraja Kalah WO
Baca juga: Presiden Persiraja Duga Ada Sabotase Terkait Pembakaran Fasilitas Stadion Lampineung
Selanjutnya, Komite Ad Hoc memutuskan Persiraja Banda Aceh dinyatakan kalah 0-3 atau WO, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 jo Pasal 18 Regulasi Kompetisi Liga 2 Musim 2022/2023.
Persiraja dan penggemarnya tentu sangat terpukul atas risiko itu.
Sebab, kalah besar tanpa bertanding adalah hal yang menyakitkan.
Apalagi, meraih satu kemenangan di Liga 2, sekarang ini bukan hal yang gampang.
Tim-tim yang akan menjadi lawan-lawan Persiraja itu sudah bersiap cukup matang.
Jadi, kehilangan angka di kandang itu benar-benar rugi besar.
Terlepas dari isu sabotase, sekarang semuanya dituntut profesional.
Mulai pemain, manajemen, hingga panitia harus profesional.
Oleh sebab itu, ke depannya, semua pihak yang terkait dengan penyelenggaran pertandingan Liga 2 di Banda Aceh itu harus melakukan persiapan secara matang dan detil.
Nah?!
Baca juga: Skull Minta Persiraja Fokus Hadapi Laga Selanjutnya, T Iqbal Djohan: Tunggu Hasil Investigasi Polisi
Baca juga: Insiden Lampu Stadion H Dimurthala Padam Diduga karena Sabotase, Manajemen Persiraja Minta Maaf
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Penonton-membakar-sejumlah-fasilitas-di-Stadion-H-Dimurthala.jpg)