Breaking News:

Kesehatan

Benarkah Menstruasi Menyebabkan Anemia? Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Wanita yang mengalami dengan keluarnya darah haid terlalu banyak akan lebih beresiko terkena anemia atau kekurangan sel darah.

Editor: Firdha Ustin
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ilustrasi menstruasi 

Benarkah Menstruasi Menyebabkan Anemia? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

SERAMBINEWS.COM - Setiap perempuan akan mengalami menstruasi setiap bulannya.

Perempuan dapat mengalami menstruasi dengan pola yang berbeda-beda.

Ada yang mengalami menstruasi secara teratur dengan sedikit mengeluarkan darah, namun ada juga yang mengalami mensturuasi dalam jangka waktu panjang dan mengeluarkan darah cukup banyak.

Kebanyakan wanita mengalami menstruasi selama 3-7 hari dan jumlah darah yang keluar normalnya adalah sekitar 30-40 ml per siklus.

Pendarahan saat haid juga terbilang normal apabila wanita hanya mengganti pembalut sebanyak 2 atau 3 kali per hari.

Sementara itu, menstruasi yang abnormal dapat berlangsung selama lebih dari 7 hari yang mengalami pendarahan lebih banyak dari biasanya, pendarahan yang berlebihan ini bisa membuat kita lebih sering mengganti pembalut.

Baca juga: Cuti Menstruasi Menjadi Perdebatan Sengit di Spanyol, Pemerintah Segera Sahkan Pekan Depan

Dalam istilah medis kondisi banyaknya mengeluarkan darah dari vagina saat haid disebut menorrhagia.

Dimana penyebab menorrhagia ialah gangguan hormon ketika terjadi pendarahan haid dalam jumlah yang banyak atau durasi yang lebih panjang dari pada interval haid yang nomal.

Kondisi ini umumnya terjadi pada perempuan yang baru mengalami pubertas, atau menjalang menopause yaitu berusia di atas 40-50 tahun.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved