Salam

Masalah Guru Belum Beres

Satu informasi mengatakan, tunjangan yang mereka terima sebelumnya sebesar Rp 800 ribu per bulan, tapi saat ini hanya Rp 250 ribu per bulan.

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Perwakikan guru saat bertemu dengan pimpinan DPRK Aceh Singkil, dan Pj Bupati Aceh Singkil, Marthunis serta pejabat lain, Rabu (28/9/2022). 

Alhasil mereka juga tidak mendapatkan penghasilan padahal sudah harus berhenti dari pekerjaan lama mereka.

"Dengar itu dong Pak Menteri! Itu yang harus Anda dengar kalau ingin ditepuk tangan seluruh rakyat Indonesia," desak Anita.

Hingga kini, setidaknya ada tiga persoalan guru yang berlum tertangani secara baik.

Pertama, distribusi guru yang tidak seimbang.

Persoalan kedua, kualitas guru yang belum stabdar di semua sekolah.

Lalu, yang ketiga adalah persoalan kesejahteraan, salah satunya gaji.

Berdasar laporan Education Efficiency Index, Indonesia termasuk negara yang kurang mengapresiasi guru.

Dari 30 negara yang masuk survei tersebut, gaji guru di Swiss merupakan yang paling tinggi dengan nilai Rp 950 juta per tahun.

Kemudian diikuti Belanda, Jerman, dan Belgia.

Di mana posisi Indonesia? Negara kita berada di urutan paling buncit dengan gaji Rp 39 juta per tahun.

Karena itulah, saat ini, selain melakukan evaluasi mutu pendidikan, pemerintah juga harus memikirkan nasib tenaga pendidik.

Bagaimana mungkin kita mengharapkan mereka fokus untuk mendidik anak bangsa dengan upah yang di bawah standar?

Nah?!

Baca juga: Guru P3K Datangi Pendopo Aceh Besar Pertanyakan SK Pengangkatan, Kobar GB: Akan Terus Berjuang

Baca juga: Usai Aksi Mogok Guru, Proses Belajar Sebagian SD dan SMP di Simeulue Kembali Dibuka

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved