Breaking News

Opini

Guru Bukan Sekadar Oemar Bakri

Dalam menjalankan tugasnya guru mengacu pada kode etik profesi atau tugas-tugas profesionalismenya

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MUKHLIS SULAIMAN, Staf PIH Disdik Aceh 

Guru sebagai ujung tombak dalam proses pendidikan generasi masa depan bangsa, sekaligus menjadi agen transformasi dalam proses penguatan Sumber Daya Manusia.

Guru pelopor Pendidikan merupakan suatu proses upaya pewarisan nilai-nilai yang sering disebut proses transformasi dan bagian terpenting dari kehidupan manusia serta menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Pendidikan tidak hanya mendidik peserta didiknya menjadi manusia yang cerdas, tetapi juga membangun kepribadiannya agar berakhlak mulia.

Pada era globalisasi dewasa ini, pendidikan menjadi sangat penting.

Bekal pendidikan yang telah dimiliki suatu masyarakat akan berkembang secara baik, maka masyarakat tersebut semakin berkualitas serta mampu bersaing secara kompetitif di era persaingan yang semakin ketat dan keras dalam berbagai sudut aktivitas kehidupan manusia.

Pendidikan yang dimiliki seseorang tidak terlepas dari peran seorang guru.

Guru merupakan pelopor utama dalam mentransfer ilmu kepada setiap individu, kelompok bahkan masyarakat pada umumnya di setiap jenjang pendidikan.

Baca juga: Inovasi dan Digitalisasi Demi Pendidikan Aceh

Bila kita mengkaji sejarah kemerdekaan Indonesia, di sana tercatat bahwa guru adalah kelompok sosial yang turut bergerak pertama dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk menggapai kemerdekaan.

Hal ini setidaknya dapat dilihat dari beberapa indikator dalam perjuangan kemerdekaan bangsa.

Dilihat dari kiprah personalitasnya, catatan sejarah Indonesia telah menuliskannya dengan tinta emas beberapa tokoh bangsa seperti Soekarno, Bung Hatta, Jendral Sudirman, Ki Hajar Dewantara dan banyak tokoh lainnya, mereka itu adalah para pejuang nasional yang memiliki latar belakang guru atau sebagai tenaga pendidik.

Jumlah itu akan semakin bertambah, bila dipadukan dengan guru ngaji (guru agama Islam).

Para tokoh tersebut antara lain KH Zainal Mustafa, KH Wachid Hasyim, Imam Bonjol dan sembilan para wali, mereka itulah guru agama yang tidak pernah lepas dari medan perjuangan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Alangkah unik dan menariknya kisah perjuangan guru pada masa itu.

Sejarah benar- benar menunjukkan bahwa guru bukanlah orang yang berada di balik bangku yang hanya menceritakan sejumlah teori dan rumus-rumus kepada peserta didiknya.

Namun guru adalah pelaku utama, sebagai penulis dan pembaca skenario sekaligus aktor perjuangan kebangsaan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved