Kamis, 4 Juni 2026

Kupi Beungoh

Merancang Masa Depan Aceh Utara; Buka Kebun, Aktifkan BLK, dan Tangani Banjir

Ketika megaproyek Aceh Utara berakhir, berakhir pula konflik di Aceh, ditandai dengan ditandatanganinya MoU di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh membidangi Perekonomian, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. 

Wilayah Aceh Utara memiliki hamparan yang cukup luas bila dibandingkan dengan Aceh lain seperti Aceh Selatan atau Nagan Raya.

Hamparan ini cukup menjanjikan bila dikelola sebagai perkebunan yang produktif.

Kenyataan lain, Aceh Utara juga memiliki areal persawahan terluas di Aceh yakni mencapai 45.970 hektare.

Seharusnya kondisi ini menjadikan Aceh Utara sebagai leading sektor dalam produksi beras untuk Aceh.

Disamping itu seharusnya Aceh Utara menjadi pusat inovasi benih unggul, pupuk, dan teknologi pertanian khusus persawahan lainnya.

Namun apa yang terjadi paska ekplorasi minyak di Aceh Utara, kebijakan pemerintah daerah seperti belum menemukan arah pembangunan yang menyentuh kebutuhan dan menyelesaikan persoalan rakyat.

Sebaliknya Aceh Utara terus menerus menjadi daerah termiskin dan menyumbang angka pengangguran.

Banyak sekali kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di Malaysia berasal dari Aceh Utara.

Mereka menyeberang lautan menuju negeri jiran hanya untuk mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarga.

Padahal di sana mereka bekerja sebagai buruh bangunan atau buruh perkebunan karena mereka tidak memiliki skills.

Kerja-kerja seperti itu semestinya bisa dikembangkan di Aceh Utara yang memiliki lahan yang cukup subur.

Solusi kedua adalah mereka diberi pelatihan di Balai Latikan Kerja (BLK) sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Mungkinkan untuk melakukan hal tersebut sangat sulit atau lebih besar kendalanya?

Baca juga: Perceraian di Pidie Kedua Tertinggi di Aceh, Setelah Aceh Utara, Didominasi Cerai Gugat, Ini Sebab

Baca juga: Banjir Aceh Utara Bikin Petani di 18 Kecamatan Rugi Rp 29,5 Miliar, Imbas Lahan Hancur dan Puso

Tiga Solusi

Kalau para elite Aceh Utara memiliki niat baik dan ikhlas untuk membangun daerah dan mensejahterakan rakyatnya dapat dimulai dengan tiga hal.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved