Salam
Polio Itu Penyakit Sangat Berbahaya
Budi Gunadi Sadikin meneteskan vaksin Polio ke mulut dua murid sekolah menandai pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Aceh
MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meneteskan vaksin Polio ke mulut dua murid sekolah menandai pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Aceh pada Senin (5/12/2022).
Yang harus menjadi perhatian masyaraat Aceh, bahwa kasus polio yang ditemukan di Pidie beberapa waktu lalu adalah Polio tipe 2.
Oleh sebab itu, pemerintah menjadikannya sebagai Kasus Luar Biasa (KLB).
"Artinya, kasus di Pidie kembali membuka lembar kasus Polio di Indonesia.
Padahal, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan Indonesia bebas dari Polio pada tahun 2014 lalu.
Kita pikir sudah benar-benar hilang, tapi timbul kembali," kata Menkes.
Budi mengungkapkan, penyebab kasus Polio kembali muncul di Indonesia dan negara-negara maju karena vaksinasi yang tidak merata akibat Covid-19.
"Pesan saya, pastikan bapak dan ibu semua agar anaknya diimunisasi polio lengkap.
Empat kali imunisasi Polio tetes dan dua kali vaksin polio suntik, semua harus lengkap," ajak Budi.
Menyahuti anjuran Menkes, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki meminta para bupati/wali kota supaya serius menyukseskan vaksinasi Polio di daerahnya masing- masing.
"Tolong kerja sama dengan seluruh unsur Forkopimda, sehingga target 95 persen dapat tercapai.
Baca juga: Ketua DWP Minta Kaum Ibu di Pulo Aceh Berikan Vaksin Polio Lengkap untuk Anak
Baca juga: Vaksin Polio Mulai Diberikan Pada Anak Aceh, Ini Dampak dan Risiko Bagi Anak yang Tidak Diimunisasi
" Polio adalah penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan sangat menular, tetapi dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio.
Polio atau Poliomyelitis dapat dialami oleh siapa saja, tetapi umumnya menyerang anak usia di bawah 5 tahun (balita), terutama yang belum menjalani imunisasi Polio.
Selain kelumpuhan permanen, Polio juga bisa menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan.
Kondisi ini menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas.
Hingga kini belum ada pengobatan yang efektif untuk menangani polio.
Pengobatan hanya bertujuan untuk meredakan gejala, mempercepat proses penyembuhan, dan mencegah komplikasi.
Dokter hanya akan menganjurkan pasien untuk banyak beristirahat dan mengonsumsi cairan guna meredakan gejala yang muncul.
Selain itu, dokter biasanya juga akan memberikan obat-obatan anti nyeri, antibiotik, dan vitamin.
Oleh karena itulah, langkah paling efektif bagi anak-anak agar tak terserang virus itu adalah menerima vaksin Polio sebanyak enam dosis yakni empat dosis tetes dan dua dosis suntik.
Saat ini pemerintah sedang giat melakukan vaksinasi Polio ke sekolah-sekolah dan para wali murid hendaknya mendukung kegiatan yang dilaksanakan secara gratis ini.
Selain vaksinasi, masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan.
Sebab, pemukiman yang bersanitasi buruk akan sangat potensial terserang Polio.
Pemerintah juga harus memastikan akses air bersih bagi masyarakat dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan bagi menghalau berbagai serangan penyakit.
Sekali lagi kita ingin ingatkan bahwa Polio adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dan bisa mematikan.
Makanya, patuhilah anjuran pemerintah untuk mencegah merebaknya pengakit Polio.
Nah?!
Baca juga: Menkes Teteskan Vaksin Polio ke Anak Aceh
Baca juga: Pj Gubernur Imbau Bupati dan Wali Kota Dukung Penuntasan Vaksinasi Polio Bagi Anak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pj-gubernur-aceh-achmad-marzuki-mendampingi-menteri-kesehatan-ri-budi-gunadi-sadikin.jpg)