Breaking News:

Salam

Awas, Modus Kejahatan Semakin Mengerikan

Sejak beberapa hari terakhir media sosial dihebohkan postingan yang menunjukkan modus baru kejahatan siber

Editor: bakri
Kompas.com/Riska Farasonalia
AKA (26), debt collector pinjol ditangkap polisi. Akui edit dan sebar foto nasabah diganti tak senonoh 

SEJAK beberapa hari terakhir media sosial dihebohkan postingan yang menunjukkan modus baru kejahatan siber.

Pasalnya, pelaku berpura-pura dari jasa ekspedisi lalu mengirimkan file dengan ekstensi APK.

“Kalau tidak jeli dan hanya melihat judul file, bakal terkecoh pingin nge-klik dan unduh file-nya,” tulis seorang pengguna Instagram sembari mengunggah foto tangkapan layar berisi chat dari pelaku dengan sebuah lampiran file.

Dalam lampiran itu, terlihat jenis file adalah APK dengan nama file tertulis ‘Lihat Foto Paket’.

File dengan ekstensi APK adalah aplikasi yang berjalan untuk OS Android yang biasa dipakai mendistribusikan dan memasang software.

“Dalam kasus ini korban telanjur mengunduh file tersebut.

Dan tanpa diketahui korban, uang simpanan di rekening banknya ludes.

Korban mengaku tak pernah membuka aplikasi apapun dan mengisi user atau password pada situs lain.

” Dari beberapa cerita korban dengan modus serupa, kebanyakan mengaku awalnya tidak terjadi apa-apa setelah mereka meng-klik unduh APK.

Namun selang beberapa jam setelahnya, tiba-tiba ada pemberitahuan SM bahwa ada saldo yang keluar bahkan ludes.

“Sangat besar kemungkinan memang ini adalah jenis malware RAT (Remote Administrator Tool).

Baca juga: Fakta Ibu Jual Ginjal untuk Lunasi Utang Pinjol Anaknya Rp150 Juta, Hidup dengan Upah Jual Gorengan

Baca juga: Pinjol Jerat 116 Mahasiswa IPB, Modus Ditawari Kerja Sama, Ada Perjanjian di Atas Meterai

Cara kerjanya meremote HP korban dari jarak jauh dan beroperasi di balik layar,” imbuhnya.

Pihak bank dan dan perusahaan jasa ekspedisi meminta masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati pada oknum yang mengatasnamakan bank atau jasa ekspedisi.

Pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto dalam akun medsosnya sudah menshare jejak digital terduga penipu yang menyaru sebagai kurir paket online untuk menguras rekening bank korbannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved