Kajian Islam

Muslim Ikut Rayakan Tahun Baru Masehi, Boleh Atau Tidak? Ini Penjelasan Ustad Somad Soal Hukumnya

Selain menjelaskan mengenai hukum merayakan tahun baru, Ustad Abdul Somad juga mengingatkan umat muslim lainnya untuk tidak mengaitkan tahun baru

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Ustadz Abdul Somad saat berada di Taman Masjid Haji Keuchiek Leumiek Banda Aceh, Minggu (26/12/2021) 

Selain menjelaskan mengenai hukum merayakan tahun baru, Ustad Abdul Somad juga mengingatkan umat muslim lainnya untuk tidak mengaitkan tahun baru masehi dengan akidah.

Dalam tayangan video kajian lawas UAS yang diunggah YouTube Ruqyah Bekam Master, UAS menjelaskan, bahwa selama ini banyak yang mengaitkan kata Masehi dengan Al-Masih.

Kalender Masehi merupakan penyebutan untuk kalender julian dan gregorian.

"Seolah-olah masehi terakit dengan Al Masih, Isa 'Alaihisalam. Itu kalender (masehi) dibuat oleh kaisar Julian dari Romawi Kuno," papar UAS sebagaimana dikutip dari video YouTube Ruqyah Bekam Master.

Berikut penjelasan lengkap Ustad Somad soal larangan mengaitkan tahun baru dengan akidah.

Ustad Somad pun kemudian menjelaskan asal usul atau sejarah terbentuknya sistem penanggalan masehi yang diawali oleh sistem penanggalan berdasarkan kalender Julian.

"Kaisar Julian membuat kalender maka disebut Julian Kalender. lalu kemudian Julian Kalender dibawa ke vatikan, dirubah oleh kaisar, raja, pendeta, paus vatikan bernama Paus Gregorius. Maka sampai sekarang disebut dia dengan Gregorian kalender" jelas UAS.

Baca juga: Ketua MPU Perbolehkan Pelaksanaan Tahun Baru

Baca juga: 500 Personel Gabungan akan Patroli Malam Tahun Baru di Lhokseumawe, Kafe Harus Tutup Pukul 23.00 WIB

"Lalu kemudian ketika terbentuk PBB, bingung mau pakai kalender apa. Di dunia banyak sekali kalender. Maka diseragamkanlah dipakai Gregorian kalender," sambungnya.

Berdasarkan asal usul ini, menurut Ustad Somad, tidak tepat jika kata Masehi dikaitkan dengan Al Masih.

"Jadi kalender masehi ini muncul belakangan, tidak tepat penisbatannya kepada Al Masih karena Isa tidak tau menau tentang itu. Ini murni diambil oleh kaisar Gregorius yang diambilnya ke vatikan (kemudian) menjadi gregorian kalender," kata Ustad Somad.

Oleh karena itu, lanjut UAS, tidak salah jika menyatakan tahun baru untuk tahun baru masehi.

Namun perlu diingat, tahun baru itu merupakan tahun baru romawi.

"Jadi kita menyatakan tahun baru, betul tahun baru romawi. Jangan kaitkan dengan Isa Alaihisalam," tegasnya.

Tak hanya terhadap tahun baru masehi, UAS juga menyebutkan, umat muslim dilarang mengaitkan akidah dengan tahun baru untuk sistem penanggalan lainnya.

Selain itu, Ustad Somad juga mengingatkan, untuk tidak meyakini sesuatu dibalik perayaan tahun baru.

Seperti mempercayai ada nasib baik dari setiap ritual yang diadakan.

"Membakar ayam tidak salah, tapi ketika meyakini makin banyak asapnya naik ke atas maka rezeki makin banyak, sudah merusak akidah kepada Allah," jelas UAS.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

KAJIAN ISLAM LAINNYA

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved