Kajian Islam
Muslim Ikut Rayakan Tahun Baru Masehi, Boleh Atau Tidak? Ini Penjelasan Ustad Somad Soal Hukumnya
Selain menjelaskan mengenai hukum merayakan tahun baru, Ustad Abdul Somad juga mengingatkan umat muslim lainnya untuk tidak mengaitkan tahun baru
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM - Bolehkah umat muslim ikut merayakan Tahun baru masehi ?
Simak penjelasan hukumnya dari dai kondang Ustad Abdul Somad dalam artikel berikut.
Tak kurang dari 48 jam lagi, kita akan meninggalkan tahun 2022 dan memasuki Tahun Baru 2023 masehi.
Malam perayaan tahun baru biasanya menjadi momen yang dinantikan oleh sebagian kalangan, khususnya kaum muda.
Ada berbagai perayaan yang digelar untuk menyambut malam tahun baru.
Pesta kembang api merupakan salah satu kegiatan yang lumrah kita jumpai di malam tahun baru.
Selain itu ada banyak kegiatan atau ritual lain yang dilakukan di malam pergantian tahun.
Baca juga: Dilarang Rayakan Tahun Baru, Pemkab Aceh Barat dan Nagan Keluarkan Seruan
Tak terkecuali bagi kaum muslim, sebagian diantaranya ada yang ikut larut dalam perayaan malam tahun baru dengan caranya masing-masing.
Sebagaimana diketahui, kalender masehi merupakan sistem penanggalan yang digunakan secara universal oleh masyarakan di seluruh dunia.
Sistem penanggalan yang berawal dari kalender bangsa Romawi dan kemudian disempurnakan oleh pihak gereja di Eropa ini digunakan secara luas di dunia, guna mempermudah komunikasi dan perhitungan tanggal.
Sementara itu, diketahui pula kaum muslim memiliki sistem penanggalan tersendiri yang disebut dengan kalender Hijriah.
Namun, baik Masehi dan Hijriah, kedua sistem penanggalan ini sama-sama digunakan saat ini.
Lantas jika demikian, bolehkah umat muslim merayakan tahun baru masehi?
Bagaimana hukumnya, mengingat saat ini kalender masehi juga digunakan dalam sistem penanggalan oleh umat muslim?
Mengenai persoalan hukum umat muslim merayakan tahun baru masehi sebenarnya sudah banyak dibahas oleh beberapa tokoh Agama.
Baca juga: Kalendernya Digunakan, Apa Boleh Muslim Ikut Rayakan Tahun Baru Masehi? Ini Penjelasan Ustad Somad