Opini

Libido Menguras ‘Non-Renewable Energy’ Aceh

Contoh dari energi tak terbarukan yang sangat dikenal, yaitu bahan bakar fosil seperti batu bara, gas alam, dan minyak bumi

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof Dr APRIDAR SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh 

Perusahaan pengeboran migas terbesar milik Amerika seperti ExxonMobil, Chevron, ConocoPhillips, Duke Energy, Enterprise Produsts dan lain sebagainya, lebih banyak melakukan pengeboran minyak di luar negaranya.

Walaupun potensi migas mereka masih banyak, namun mereka lebih senang mengimpor migas dari berbagai negara untuk kebutuhan energi masyarakatnya.

Bahkan migas yang diimpor, disimpan dalam bunker untuk konsumsi energi jangka panjangnya.

Migas yang berada dalam perut bumi Amerika tidak disentuh, namun disimpan untuk keperluan anak cucu mereka.

Pengelolaan cadangan energi sangat ketat mereka lakukan demi ketahanan energi bangsa yang lebih panjang.

Baca juga: Conrad Asia Energy akan Eksplorasi Migas di Aceh

Penerapan energi terbarukan seperti energi matahari, energi angin, energi panas bumi, energi biomasa dan lain sebagainya semakin digalakkan oleh pemerintah.

Penelitian serta insentif untuk menemukan berbagai energi terbarukan dilakukan dengan masif.

Hasil temuan serta inovasi lembaga research lebih banyak digunakan untuk menutupi kekurangan energi bangsanya.

Berbeda halnya yang sering dilakukan oleh negeri berkembang seperti Indonesia.

Mereka sangat senang menggunakan energi tak terbarukan secara instan untuk kebutuhan energinya.

Libido untuk melakukan pengurasan energi sangat tinggi dengan risiko pencemaran udara dan merusak lingkungan semakin parah, namun keinginan menguras asupan energi milik anak cucu sudah menjadi tindakan yang lumrah.

Saatnya Aceh menyikapi kebijakan terhadap penggunaan energi yang lebih cerdas.

Melalui PT PEMA Aceh harus mampu memanfaatkan Crude Palm Oil (CPO) sawit yaitu minyak nabati yang melimpah tersebut untuk proses pembuatan berbagai produk serta turunannya yang lebih banyak lagi.

Harga minyak ekstrak sawit CPO yang sangat murah tersebut saatnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar biodiesel selain digunakan sebagai bahan baku kosmetik, pakan ternak, sabun dan lain sebagainya.

Pengolahan serta inovasi sektor pekebunan pada dasarnya lebih mudah dan murah dibandingkan tindakan terhadap eksploitasi migas yang memang memiliki risiko serta perusakan lingkungan lebih tinggi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved