Opini

Libido Menguras ‘Non-Renewable Energy’ Aceh

Contoh dari energi tak terbarukan yang sangat dikenal, yaitu bahan bakar fosil seperti batu bara, gas alam, dan minyak bumi

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof Dr APRIDAR SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh 

Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar dunia memproduksi 43,5 juta ton setiap tahunya serta melakukan ekspor ke berbagai negara seperti India, Pakistan, Afrika dan lain sebagainya.

Menjadikan Aceh sebagai pusat pengolahan CPO lebih memiliki nilai guna dari pada sibuk dengan pengurasan migas yang memang banyak sekali kemudaratannya.

Pemilik bumi, langit, serta seluruh isinya sangat membenci orang yang melakukan pengrusakan terhadap bumi yang telah Allah diciptakan dengan sempurna.

Namun manusia sering mengatakan bukan merusak, tetapi melakukan pembangunan.

Pengumpulan pundi-pundi rupiah hasil pengurasan lingkungan, semestinya tidak masuk dalam katagori Pembangunan Aceh yang bermartabat.

Saatnya Aceh berada di garda terdepan dalam menciptakan inovasi serta meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

Semoga kita mampu mengelola energi untuk ketahanan masa depan yang lebih cemerlang. (apridar@ unsyiah.ac.id)

Baca juga: Tepat Sasaran Sekaligus Kurangi Antrean, Hiswana Migas Imbau Pengguna BBM Subsidi Gunakan Barcode

Baca juga: Cari Cadangan Migas, PGE Persiapkan Pengeboran 3 Sumur di Aceh Utara Mulai Desember, Ini Lokasinya 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved