Breaking News:

Opini

Kesaksian Hamba Allah Terhadap si Mati

Ada jenazah berlalu (diusung) maka orang-orang memuji kebaikan si mayat, maka Nabi saw bersabda: “Wajabat” (pastilah)

Editor: bakri
Kesaksian Hamba Allah Terhadap si Mati
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof Dr H Zainal Abidin Alawy MA, Penceramah Masjid Raya Baiturrahman

Oleh Prof Dr H Zainal Abidin Alawy MA, Penceramah Masjid Raya Baiturrahman

DARI Anas bin Malik ra berkata: Ada jenazah berlalu (diusung) maka orang-orang memuji kebaikan si mayat, maka Nabi saw bersabda: “Wajabat” (pastilah).

Kemudian ada jenazah lain yang lewat, maka menyebut kejahatannya.

Nabi saw bersabda: “Wajabat” (pastilah).

Umar bin Khatab ra berkata: Apakah yang dimaksud dengan “Wajabat”? Nabi saw menjawab: “Yaitu yang kalian puji kebaikannya maka pastilah untuknya surga sedangkan jenazah lain yang kalian sebut kejahatannya maka pastilah baginya neraka, kalian sebagai saksi Allah swt di permukaan bumi” (HR Bukhari dan Muslim).

Asbabul wurud

Penyebab hadits ini datang dari Rasulullah saw disebabkan adanya 2 jenazah yang diusung untuk dibawa ke pemakaman.

Saat itu Nabi saw bersama para sahabat berada di suatu tempat saat orang-orang mengusung jenazah.

Ketika jenazah pertama lagi diusung maka para sahabat memuji jenazah itu dengan kebaikannya, mendengar pujian itu Nabi saw menyatakan kepada jenazah itu “Wajabat”.

Tidak lama kemudian jenazah yang lain diusung pula ke kuburan, para sahabat mencela terhadap keburukan si mayat itu dan Nabi saw menyebut kata-kata “Wajabat”.

Di saat Umar bin Al Khatab ra bertanya kepada Nabi saw apakah pengertian “Wajabat” itu? maka pada saat itu pula Nabi saw menjawab: “Ketika memuji kebaikan si mayat itu maka pengertian wajabat adalah pastilah pujian kebaikan dari kalian itu adalah pastilah baginya surga sedangkan celaan kalian untuk mayat kedua pengertian wajabat itu adalah pastilah untuknya neraka.

Nabi saw menekankan bahwa pernyataan kalian yang berbentuk pujian dan celaan merupakan saksi Allah swt di permukaan bumi yang dapat dipercaya kebenaran dan keadilannya.

Di mana para sahabat Nabi saw itu sangat dapat diyakini kebenaran dari persaksian mereka, sebagaimana sabda Nabi saw yang artinya: “Para sahabat itu bersifat adil”.

Baca juga: Anggota MPU Aceh Besar dalam Khutbah Jumat: Penuhi Syarat Supaya Ibadah Diterima

Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Nusuk Online, Ibadah Haji dan Umrah Ditambah Wisata di Objek Bersejarah

Allah swt berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi secara adil.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved