Opini
Kesaksian Hamba Allah Terhadap si Mati
Ada jenazah berlalu (diusung) maka orang-orang memuji kebaikan si mayat, maka Nabi saw bersabda: “Wajabat” (pastilah)
Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.
Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Maidah (5) ayat (8).
Kesaksian sahabat
Para sahabat memberikan kesaksian sedangkan Nabi saw membenarkan kesaksian para sahabat, ini berarti bahwa kesaksian para sahabat diakui kebenarannya.
Padahal para sahabat tidak memahami dengan pasti hakikat yang sebenarnya, dimanakah kedudukan kedua mayat itu di sisi Allah swt.
Karena para sahabat semata-mata melihat kedudukan di lapangan yaitu mayat pertama mereka melihatnya baik sedangkan mayat kedua tercela.
Dengan Nabi saw menyatakan wajabat yang berarti pastilah dan kemudian Nabi saw memberikan jawaban atas pertanyaan Umar bin Al Khatab sebenarnya Nabi saw diberi pengetahuan tentang hal-hal gaib yang hanya Nabi saw sajalah yang mengetahui posisi masing-masing mayat itu.
Hal yang hampir sama dengan peristiwa ini, saat Nabi saw berjalan melalui 2 maqbarah, Nabi saw memberitahukan kepada para sahabat bahwa mayat di kedua kubur itu sedang disiksa karena yang seorang tidak membersihkan kencingnya secara sempurna sedangkan seorang lagi disiksa di dalam kuburnya lantaran suka mengadu domba.
Ikrar seorang hamba
Kesaksian atau ikrar ataupun pengakuan hamba yang diucapkan dengan kesadaran penuh menjadi terikat antara dirinya dan Allah swt seperti yang diucapkan seseorang dalam 2 kalimah syahadah, maka menjadilah seseorang sebagai muslim dan putuslah hubungannya dengan kepercayaan sebelumnya sekaligus berpindahlah akidahnya menjadi muslim serta secara otomatis menjadi mukmin.
Sejak itu dia menjadi mukalaf yang terbebani dengan aturan-aturan dan dipahalai semua amal saleh yang dilakukan serta diberi sanksi atas kesalahan dan bertaubat jika berbuat salah.
Baca juga: Berat Baca Surah Al Kahfi di Hari Jumat? Ini Ada Amalan Ibadah Lain yang Bisa Mengabulkan Hajat
Untuk itulah dianjurkan di saat-saat jenazah diberangkatkan dari rumah duka ketika pelepasan jenazah dimintakan pernyataan dan pengakuan dari para pelayat lalu diajukanlah pertanyaan: “Apakah si mayat ini termasuk orang yang baik? Serentak para pelayat menjawab: “Baik”.
Bahkan diulang lagi sampai 3 kali.
Jawaban para pelayat dan hadirin hadirat mengandung pengakuan banyak orang bahwa si mayat termasuk orang yang baik.
Insya Allah akan berdampak baik bagi si mayat akibat dari pengakuan baiknya oleh para pelayat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-H-Zainal-Abidin-Alawy-MA-Penceramah-Masjid-Raya-Baiturrahman.jpg)