Opini

Kesaksian Hamba Allah Terhadap si Mati

Ada jenazah berlalu (diusung) maka orang-orang memuji kebaikan si mayat, maka Nabi saw bersabda: “Wajabat” (pastilah)

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof Dr H Zainal Abidin Alawy MA, Penceramah Masjid Raya Baiturrahman 

Dianjurkan pula pelaksanaan shalat jenazah dilakukan oleh 40 orang: orang-orang yang baik; tidak nifaq dan tidak fasiq, sebab dari jumlah 40 orang itu Insya Allah diharapkan ada di antara mereka yang maqbul doanya.

Bahkan hadits yang diriwayatkan Abdullah ibnu Abbas di saat meninggal anaknya ada anjuran bahwa shalat jenazah itu sampai dengan seratus orang.

Ini menggambarkan betapa pentingnya membantu saudara-saudara kita di saat terakhir perjalanan hidupnya sebagai bantuan terakhir kepada si mayat itu serta doa-doa orang yang menshalatkan jenazahnya semoga diterima di sisi Allah swt.

Allah swt berfirman yang artinya: “Yang demikian itu ialah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Penyayang” (QS As Sajadah (32) ayat (6).

Berkenaan dengan nasib si mayat secara hakikatnya Allah yang Maha Mengetahui dan Allah pulalah memahami kedudukannya.

Allah swt berfirman yang artinya: “Tolong menolonglah kamu atas kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong menolong atas perbuatan dosa dan permusuhan” (QS Al Maidah (5) ayat (2).

Apa yang dialami si mayat dalam kubur? Dari keterangan hadits Nabi saw, si mayat dapat mendengar suara terompah, sepatu atau yang dipakai para pengantar si mayat.

Begitu selesai para pelayat meninggalkan kuburan, 2 malaikat dikirim oleh Allah swt yaitu malaikat Munkar dan Nankir yang menginterogasi dengan pertanyaan: Siapa Tuhanmu? Bagi mayit yang saat hidup sebagai orang yang taat, tekun beribadah, beramal shalih, melakukan perintah Allah swt dan Rasul-Nya serta meninggalkan perintah Allah swt dan Rasul-Nya maka mudah menjawab dengan tepat yaitu: Allah Tuhanku! Ketika ditanya: Siapa Nabimu? Dia menjawab dengan fasih: Muhammad saw Nabiku! Ketika ditanya: Siapa Imammu? Dia menjawab: Alquran Imamku! Saat ditanya: Apa Kiblatmu? Dia menjawab: Kabah Kiblatku! Saat ditanya: Siapa Saudaramu? Dia menjawab: Kaum Muslimin dan Muslimat adalah saudara-saudaraku.

Bagi si mayit sejak saat itu sudah dinampakkan tempat tinggalnya di surga dan sudah mulai mengecap nikmat dan rahmat Allah swt.

Baca juga: TP4 Tempat Ibadah di Aceh Singkil Perlu Dilanjutkan

Kepadanya juga ditampakkan neraka.

Bagi mayat yang tidak beruntung karena saat di dunia bergelimang perbuatan maksiat, tidak patuh pada perintah Allah swt dan Rasul-Nya maka pertanyaan-pertanyaan tidak dapat dijawabnya.

Sejak itu sudah mendapat siksa akibat tidak mau meninggalkan larangan Allah swt dan Rasul-Nya.

Apakah masih ada keterkaitan antara si mayat dengan orang-orang yang masih hidup? Masih ada keterkaitannya yaitu melalui sedekah yang telah dilakukan berupa wakaf: uang untuk fisabilillah, tanah, rumah dan toko.

Selama semua hal itu terpelihara dan masih mendatangkan manfaat maka pahala tetap mengalir kepadanya.

Ilmu bermanfaat yang telah diajarkan kepada semua anak didiknya, nasihat-nasihat yang dipatuhi dan diamalkan, anak-anak shalih yang ditinggalkan selalu berdoa kepadanya, semoga diterima Allah swt.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved