Nasib Tragis Bocah SD di Makassar, Diculik dan Dibunuh Dua Remaja, Pelaku Berencana Jual Organ Tubuh
Namun, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa terbungkus plastik hitam dengan kaki terikat di bawah jembatan Jl Inspeksi Waduk Nipa-nipa.
SERAMBINEWS.COM - Nasib tragis menimpa seorang bocah yang diculik dan dibunuh oleh dua remaja.
Korban bernama Muh Fadli Sadewa anak yang sopan dan rajin.
Bocah kelas lima sekolah dasar ini, pun memahami kondisi ekonomi keluarganya.
Demi meringankan beban ayah dan ibunya, sepulang sekolah, Dewa, sapaannya, mencari uang dengan menjadi juru parkir di depan Indomaret, Jl Batua Raya, tak jauh dari rumahnya, Jl Batua Raya 7.
Di hari nahas itu, Minggu (8/1/23) sore, Dewa bersama sepupunya Alif (12), sedang bermain sambil menjaga motor pengunjung Indomaret.
Dia lalu dihampiri seorang remaja berkendara motor, yang belakangan diketahui bernama Adrian (17).
Siswa kelas 12 salah satu SMA di Makassar itu, rupanya menyimpan rencana jahat terhadap Dewa. Adrian memanggil Dewa.
Mengajak membantunya membersihkan rumahnya dengan iming-iming imbalan Rp 50 ribu.
Dewa yang lugu tergiur dengan uang bernilai besar untuk anak seusianya.
Tanpa curiga, dia naik ke boncengan motor Adrian, meninggalkan Alif.
Malam tiba. Alif sudah di rumahnya. Namun Dewa tak kunjung pulang.
Alif sempat ke rumah neneknya, Aminah (50), dimana Dewa bersama ayahnya tinggal.
Kepada neneknya dan ayah Dewa, Alif mengatakan jika adik sepupunya itu pergi dibonceng pria tak dikenalnya.
"Alif yang kasih tahu neneknya kalau ada yang mengajak Dewa membersihkan rumah dan dijanji uang Rp50 ribu," kata tante Dewa, Erni (31), saat ditemui di rumah duka, kemarin siang.
Baca juga: Fakta Bocah 11 Tahun Diculik dan Dibunuh 2 Remaja, Pelaku Ingin Jual Organ Korban Seharga Rp1,2 M
Menurut Erni, Alif juga diajak oleh pria tersebut, namun menolak ikut.
Malam kian larut, Dewa tak jua muncul.
Sang ayah, Karmin (38), mulai khawatir, panik memikirkan keberadaan anak kedua dari dua anaknya.
Senin (9/1/2023), saat Dewa masih belum muncul, berita hilangnya Dewa tersebar.
Pihak keluarga bahkan membuat info anak hilang disertai foto Dewa di media sosial.
Resmob Polsek Panakkukang yang turun tangan, akhirnya menemukan keberadaan bocah tersebut.
Namun, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa terbungkus plastik hitam dengan kaki terikat di bawah jembatan Jl Inspeksi Waduk Nipa-nipa.
Usai divisum di RS Bhayangkara, Makassar, jenazah Dewa dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan, Selasa sore.
"Baik sekali itu anak kasihan. Sopan anaknya, kalau lewat pasti menyapa. Begitu juga kalau disuruh, langsung dia lakukan. Rajin’ki," ucap salah satu tetangga Dewa, Samsiah (50).
Sepengetahuan Samsiah, Dewa lahir dan besar di rumah neneknya yang dia tinggali saat ini.
Pada umur lima tahun, Dewa ditinggal ibunya yang merantau ke Malaysia hingga saat ini.
"Ibunya di Malaysia merantau, jadi Dewa tinggal sama bapaknya di rumah neneknya," ujarnya.
"Kalau bapaknya (Dewa) itu, kadang jadi buruh bangunan, kadang juga bentor," ucap Samsiah.
Karena kondisi itu, Dewa kecil pun berusaha mencari penghasilan sendiri dengan menjadi juru parkir setiap pulang sekolah.
"Kalau pulang sekolah dia ke sana (minimarket) parkir, parkir, biasa sampai malam," tutur Samsiah.
Karmin mengakui jika putranya itu menjadi juru parkir untuk memenuhi kebutuhan jajannya di sekolah.
"Itu’mi hasil parkirnya dia pakai jajan di sekolah, kasihan," ucap Karmin.
HL Tribun Timur edisi Rabu (11/1/2023).
Baca juga: Anak Diculik hingga Berujung Jual Organ Manusia di Makassar, Begini 6 Tips Cara Mencegah Penculikan
Pelaku Ditangkap
Penyelidikan berhasil mengidentifikasi pria yang menjemput Dewa bernama Adrian (17), siswa kelas 12 salah satu SMA di Makassar.
Selasa (10/1/23) sekitar pukul 03.00 Wita, polisi menemukan Adrian di rumahnya, Jl Batua Raya Setelah diinterogasi, Adrian mengaku telah membunuh Dewa, bersama seorang rekannya bernama Faisal (14), siswa salah satu SMP di Makassar.
Lokasi pembunuhan di rumah Adrian.
Faisal pun dibekuk di rumahnya, Jl Ujung Bori, Kompleks Kodam Lama Lorong 7.
Setelahnya, polisi meminta pelaku menunjukkan lokasi membuang mayat Dewa.
Keduanya kemudian membawa polisi ke kolong jembatan Jl Inspeksi PAM Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros.
Mayat Dewa ditemukan terbungkus plastik dengan kaki terikat.
Kepada penyidik, Adrian mengajak Dewa ke rumahnya untuk membantunya membersihkan rumah dengan iming-iming uang Rp50 ribu.
Pelaku Ingin Jual Organ Korban
Kasus pembunuhan Dewa yang pelakunya masih remaja menghebohkan Makassar.
Namun, yang lebih menghebohkan lagi adalah motif Adrian dan Faisal membunuh Dewa.
Kedua pelaku ingin menjual organ tubuh korbannya di situs jual beli organ tubuh, Yandex.
Melansir Wikipedia, Yandex adalah sebuah perusahaan multinasional Rusia yang mengkhususkan dirinya dalam produk dan layanan yang berhubungan dengan internet, termasuk transportasi, pencarian dan layanan informasi, eCommerce, navigasi, aplikasi mobile, dan iklan online.
Yandex menyediakan lebih dari 70 layanan secara total.
Dengan memasukkan kata kunci organ sell di laman pencarian Yandex, ditemukan bisnis jual beli organ tubuh.
Motif pembunuhan ini diungkapkan sendiri oleh Adrian saat dihadirkan dalam rilis kasus tersebut di Polrestabes Makassar, Selasa sore. Adrian mengaku hendak menjual organ tubuh korban melalui situs jual beli organ.
"Masuk di Yandex terus ketik organ sell, disitu harganya 80 ribu dollar," ujar Adrian.
Jika di rupiahkan dengan kurs saat ini, 80 dollar setara Rp1,2 miliar.
Menurut Adrian, organ tubuh Dewa yang akan dijualnya adalah ginjal dan paru-paru.
Namun, lanjutnya, saat menawarkan organ tersebut di Yandex, dia tidak mendapat respon dari calon pembeli.
Pengakuan Adrian, dia membunuh Dewa dengan cara mencekik dan dibenturkan ke lantai.
Bingung penawarannya di Yandex tak mendapat respon dari pembeli, Adrian dan Faisal mengikat mayat Dewa lalu dibungkus plastik.
Menggunakan motor, kedua pelaku membawa mayat Dewa ke Waduk Nipa-nipa dan membuangnya ke bawah jembatan.
Usai mendengar pengakuan kedua pelaku yang telah ditetapkan tersangka, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, mengatakan ada tiga aspek sehingga peristiwa pidana tersebut terjadi.
"Pertama, aspek sosiologis. Keluarga tersangka ataupun pergaulan tersangka ini diwarnai dengan hal negatif. Contohnya, tersangka mengkonsumsi konten negatif di internet,” ucap Budhi.
Mengakses situs jual beli organ tubuh manusia, kata Budhi, termasuk konten negatif.
"Dari situ tersangka terpengaruh ingin menjadi kaya. Ingin memiliki harta sehingga muncullah niatnya melakukan pembunuhan dan menjual organ tubuh korbannya," tambahnya.
Kedua, dari aspek psikologis. Menurut Budhi, polisi meminta psikiater mengecek psikologi Adrian yang masih berusia remaja dan berstatus pelajar namun nekat
membunuh.
Yang ketiga, lanjut Budhi, dari aspek hukum. Pelaku akan disangkakan pasal pembunuhan berencana.
"Kepolisian sudah mengkonstruksikan pidana ini, kita jerat dengan pasal pembunuan berencana dan Undang Undang Perlindungan Anak UU Nomor 23 tahun 2002," terang Budhi.
Karena pelaku berstatus anak di bawah umur, maka ancaman hukumannya separuh dari ancaman maksimal 20 tahun penjara.
"Ancaman hukumannya tentunya dikurangi setengah (karena anak di bawah umur)," tuturnya.
Baca juga: VIDEO - Tegas! Ancam Pecat Kader PDIP yang Tak Disiplin, Megawati: Lebih Baik Keluar
Baca juga: Anak Diculik hingga Berujung Jual Organ Manusia di Makassar, Begini 6 Tips Cara Mencegah Penculikan
Baca juga: Raih Doktor di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Teuku Dadek Tiga Kali Lulus Cum Laude
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Dewa Anak 11 Tahun di Makassar Diculik Lalu Dibunuh Saat Jadi Juru Parkir untuk Jajan di Sekolah
VIDEO - Tak Disangka! Dikenal Online Motivator Bisnis Ternyata Aktor Pembunuh Bos Bank BUMN |
![]() |
---|
Dalang Utama Pembunuhan Kacab Bank BUMN Terkuak,Aksi Penculikan Terekam CCTV, 15 Tersangka Ditangkap |
![]() |
---|
Daftar 'Pabrik Uang' Dwi Hartono Pembunuh Ilham, Dijuluki Crazy Rich Sumsel |
![]() |
---|
Peran 15 Orang Tersangka Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Ada 3 Kluster Peran, Apa Motifnya? |
![]() |
---|
Kehancuran Rumah Sakit Nasser Gaza usai Serangan Ganda Israel, 22 Orang Tewas Termasuk 5 Jurnalis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.