Anas Urbaningrum Siap Buka-bukaan soal Kasus Hambalang Usai Bebas dari Penjara, Demokrat Tak Takut

Anas disebut akan buka-bukaan soal kasus yang menjeratnya tersebut setelah bebas dari bui pada April 2023.

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/9/2014). 

SERAMBINEWS.COM - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, disebut akan buka-bukaan terkait kasus yang menjeratnya setelah bebas dari penjara.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengaku tak takut dengan manuver yang akan dilakukan terpidana kasus korupsi hambalang, Anas Urbaningrum. 

Anas disebut akan buka-bukaan soal kasus yang menjeratnya tersebut setelah bebas dari bui pada April 2023.

"Kenapa mesti takut? Itu hak siapa pun untuk bicara," kata Andi di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2023). 

Ia menjelaskan, Anas saat ini bukan lagi kader partai berlambang bintang mercy tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya tak akan merecoki urusan yang bersangkutan. 

"Kalau sudah keluar dari Demokrat kan bukan lagi urusan Demokrat," ujar Andi. 

Mantan Menpora itu menambahkan, ia menunggu langkah Anas yang disebut akan membuka borok kasus rasuah tersebut. 

"Ya, kita tunggu saja," ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, juru bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mempersilakan Anas untuk membuka apa yang diketahuinya terkait kasus korupsi Hambalang.

"Jadi, tidak ada kaitanya dengan kami. Mau Mas Anas keluar, tidak ada hubungannya dengan kami. Intinya Mas Anas berkaitan dengan sama KPK. Buka-buka aja, silakan. Enggak ada kaitannya dengan kami," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku tidak begitu mengenal Anas Urbaningrum secara pribadi.

Meski demikian, Hasto berspekulasi biasanya dalam hal-hal penting seperti ini biasanya  Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirim surat kepada Anas.

"Saya sendiri secara pribadi tidak begitu kenal. Tetapi biasanya dalam hal-hal penting pak SBY kan beri surat jadi mungkin nanti SBY juga bakal kirim surat ke Anas. Saya enggak tahu," kata Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2023).

Sementara itu terkait akan bebasnya Anas, Hasto menghormati seseorang yang sudah menjalankan konsekuensinya atas suatu tindakan hukum.

"Jadi yang penting ketika seseorang sudah menjalankan tugas-tugas termasuk konsekuensinya atas suatu tindakan hukum ketika seseorang sudah menjalankan itu, ya kita hormati," jelasnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved