Kupi Beungoh
Bank Aceh, Berlarilah Agar Cinta Kami tak Terbagi
Banyak hal yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, mulai dari pembiayaan kredit produktif, penyaluran kredit tanpa bagi hasil bagi nyak-nyak...
“Sehingga tidak terhambat atau macet apalagi gagal, dan kita akan terus bergerak ke arah yang lebih baik dengan dukungan semua pihak, termasuk dukungan media,” sebutnya.
Begitu juga upaya Bank Aceh menjadi bank devisa, Yusmal Diansyah menyebut Bank Aceh mewujudkannya agar dapat membantu para eksportir yang ada di Aceh.
Yusmal menginformasikan dalam tiga tahun terakhir kondisi kesehatan Bank Aceh cukup baik, ada di peringkat B dan secara rating Bank Aceh juga berada di peringkat A+ menurut Pefindo.
Terkait jumlah karyawan, Yusmadiansyah menyebut jumlah karyawan Bank Aceh sekitar 2.600 orang.
Dari sisi ekspansi jumlah ini dinilai masih kurang teruma account officer.
“Namun, jumlah ini akan terkoreksi manakala ekspansi Bank Aceh dilakukan secara digital,” sebutnya.
Terkait digitalisasi, Yusmadiansyah juga menyebut akan terus dikembangkan, termasuk layanan pengajuan kredit secara online berbasis handphone.
“Jika disetujui dan memenuhi syarat, sistem akan memberitahu agar segera ke counter terdekat,” ujarnya.
Bank Aceh juga sudah menyediakan layanan barcode. Dengan begitu penarikan bisa dilakukan tanpa harus bawa kartu ATM. Begitu juga dengan transaksi bisa digunakan dengan barcode.
Untuk mengantisipasi laju cepat bank lain, Yusmadiansyah mengatakan akan mensikapinya dengan berbagai strategi bisnis, termasuk memastikan makin berkembangnya teknologi dalam pelayanan.
“Ada banyak pekerjaaan yang akan terus kami lakukan termasuk untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang agar semakin baik pelayanan dari Bank Aceh,” tutupnya.
Setelah pertemuan, Zainal Arifin mengatakan kepada saya bahwa sebenarnya Bank Aceh memang sudah berlari untuk menyongsong proses digitalisasi layanan.
Seperti action yang sudah bisa melayani topup e-money (Peng Card), gopay, dan OVO, dan lainnya.
“Tapi bank pesaing berlari lebih cepat. Maka, dalam pertemuan tadi saya perlu menyampaikan beberapa kendala di lapangan, dengan harapan Bank Aceh bisa berlari lebih cepat lagi, sehingga tidak tertinggal jauh dari bank syariah nasional,” ungkap Zainal.
Maka, berlarilah Bank Aceh, agar cinta nasabah tak terbagi ke lain hati. Semoga
*) PENULIS adalah penikmat kupi pancong Ulee Kareng, Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pimpinan-bank-aceh-dan-awak-media.jpg)