Kupi Beungoh
Era Digital, Pornografi Bisa Terjadi di Rumah
Salah satu nilai negatif yang kita khawatirkan adalah, anak-anak kita melihat orang-orang yang terbuka auratnya di dalam gadgetnya.
Pada saat anak-anak sudah mulai dewasa mereka melihat pornografi di rumah, tentu otaknya yang sudah mulai dewasa, mulai timbul hasrat seksual, ini akan berbahaya bagi diri anak yang tidak mendapat tempat penyaluran, anak akan mulia mengeksplor dunia maya dan dunia nyata untuk menyalurkan hasrat seksualnya, meski anak mendapat pengetahuan agama dari orang tua dan gurunya.
Umpama sungai, tentu butuh alur, untuk mengalir agar dia tidak menjadi masalah, tidak terjadi penyelewengan dalam bentuk prilaku, agar sunnatullah itu sehat adanya.
Suami melihat istri atau istri melihat suami dalam keadaan demikian, jelas timbul hasrat terhadap pasangan, dan itu tidak menjadi masalah bisa segera disalurkan.
Sementara anak laki-laki dengan melihat ibunya demikian, kemudian timbul hasrat, tidak ada tempat menyalurkan, ini akan berbahaya bagi anak, bisa timbul lesbian, hasrat menonton pornografi karena penasaran, timbul GAY atau LGBT yang sekarang kita dengar sedang marak dimana-mana.
Kebiasaan seperti ini, penting dirubah, sebagaimana nasehat Rasulullah SAW yang mengingatkan umat Islam agar pada umur 10 tahun agar memisahkan tempat tidur, anak dengan orang tua, anak dengan anak lainnya, terutama memisahkan tempat tidur anak laki-laki dengan anak perempuan untuk menjaga matanya dari melihat aurat orang tua atau saudaranya yang mungkin tersingkap secara tidak sadar ketika tidur. Berikut ini hadisnya:
“Perintahlah anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka (jika tidak melaksanakan shalat) saat mereka telah berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur di antara mereka” (HR Abu Daud)
Pakaian yang sopan bagi ibu-ibu atau anak perempuan yang tidak menampakkan bagian dalam, dari anggota tubuh tentu sangat disarankan.
Jika memakai pakaian tipis di rumah, tambah dengan "rok dalam" tentu lebih sopan, lebih santun, lebih menjaga diri dan orang lain.
Begitu juga dengan bapak-bapak, sangat bersahaja jika memakai celana puntung, tapi tidak sampai menampakkan selangkangan pahanya jika ada anak perempuan atau ioar perempuan, sehingga lebih terjaga, lebih mulia tentunya, meski di dalam rumah sendiri.
*) PENULIS Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DISINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg-adalah-Dosen-Tetap-Fakultas-Tarbiyah-Dan-Keguruan.jpg)