Kesehatan

Kasus Sifilis RI Naik Tajam, Kenali Pengobatan Penyakit Raja Singa, Simak Pula Penyebab & Gejalanya

Penyakit ini dimulai sebagai luka yang tidak nyeri, biasanya pada alat kelamin, rektum atau mulut.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
tribun manado
Ilustrasi penyakit sifilis atau raja singa. 

Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau lecet pada kulit atau selaput lendir.

Sifilis menular selama tahap primer dan sekunder, dan kadang-kadang pada awal periode laten.

Pada kasus yang lebih jarang, kondisi ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan lesi aktif, seperti saat berciuman.

Ini juga dapat ditularkan dari ibu ke bayinya selama kehamilan atau persalinan.

Baca juga: Suka Selingkuh dan Gonta Ganti Pasangan? dr Boyke Anjurkan Cek Kesehatan Tiap 6 Bulan Sekali

Untuk menekan angka penderita, anda perlu melakukan serangkaian skrining dan pengobatan penyakit sifilis.

Berikut Serambinews.com ulas mengenai pengobatan penyakit sifilis beserta penyebab dan gejalanya yang telah dirangkum dari Kompas.com.

Pengobatan sifilis

Sifilis primer dan sekunder mudah diobati dengan suntikan penisilin.

Orang yang alergi terhadap penisilin kemungkinan akan diobati dengan antibiotik yang berbeda, seperti doksisiklin atau seftriakson.

Jika pasien menderita neurosifilis, ia akan mendapatkan penisilin dosis harian secara intravena.

Pengobatan ini akan sering membutuhkan rawat inap singkat di rumah sakit.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia 2022, Seksolog dr Boyke Ingatkan Bahaya Gonta Ganti Pasangan Berhubungan Intim

Kerusakan yang disebabkan oleh sifilis lanjut tidak dapat dipulihkan. Bakteri dapat dibunuh, tetapi pengobatan kemungkinan besar akan fokus pada pengurangan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Selama perawatan, pastikan untuk menghindari kontak seksual sampai semua luka di tubuh sembuh dan dokter menyatakan bahwa aman untuk melanjutkan aktivitas seksual.

Pengobatan sifilis mungkin menimbulkan efek samping jangka pendek berupa Reaksi Jarisch-Herxheimer (JHR).

Kurang dari 30 persen penderita sifilis primer atau sekunder mengalami gejala JHR dalam waktu 24 jam pengobatan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved