Sejarah Aceh
Sejarah Hari Ini - Aceh di Masa Darurat Militer 20 Tahun yang Lalu: Hidup Dibawah Konflik Bersenjata
Dimulainya darurat militer di Aceh pada 19 Mei 2003, ditandai dengan pengerahan besar-besaran pasukan dan alutsista militer Indonesia.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
“Hari [Presiden] Megawati mengumumkan darurat militer resmi, TNI masuk ke Aceh. Yang dari samudra dari samudra, yang dari langit, dari langit,”
“Enam jet tempur terbang di atas kepala. Saya sedang memanen padi. Keesokan paginya terdengar suara peluru dan ledakan,”
“Kata orang di Samalanga ada tank, kendaraan amfibi, peluru di sawah. TNI datang mencari GAM. Tapi kami memberi tahu mereka bahwa tidak ada GAM di sana, yang mati hanyalah sapi dan ayam,” ceritanya.
Seorang laki-laki dari Aceh Tengah yang tiba di Malaysia pada awal Agustus 2003mengatakan kepada Human Rights Watch:
“Saya meninggalkan Aceh karena setiap hari ada pertempuran dan baku tembak antara TNI dan GAM di seluruh Aceh,”
“Saya bisa mendengarnya dari desa. Begitu banyak hal telah terjadi. Teman-teman saya telah dipukuli oleh militer,”
“Banyak yang diancam. Saya tidak bisa tinggal di Aceh lagi. Traumanya terlalu banyak, bertanya-tanya apakah saya akan hidup atau mati,” ceritanya.
Beberapa hari setelah deklarasi darurat militer, militer mengerahkan artileri berat untuk menyerang pangkalan pemberontak, karena lebih dari 21.000 warga sipil meninggalkan rumah mereka.
Operasi meliputi patroli ekstensif dan taktik "sweeping", yang dirancang untuk mengidentifikasi separatis atau pendukung mereka melalui penggeledahan kendaraan, pemeriksaan dokumen, dan penggeledahan sistematis dari satu desa ke desa lainnya.
Pada akhir Juli 2003, para pejabat militer mengumumkan beberapa perubahan pada strategi tersebut, termasuk unit-unit yang lebih kecil yang dikerahkan dalam pencarian kepemimpinan GAM yang sebagian besar tidak berhasil.
Lebih banyak patroli bersama TNI dan Polri untuk membatasi pergerakan pejuang GAM, intensifikasi operasi intelijen, dan meningkatkan operasi malam hari, yang diharapkan dapat mengurangi korban sipil. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
sejarah Aceh
sejarah hari ini
Aceh
Darurat Militer
Operasi Militer di Aceh
konflik
Gerakan Aceh Merdeka
GAM
TNI
Serambi Indonesia
Serambinews
Sejarah Aceh Hari Ini: 26 Tahun Pembantaian Tgk Bantaqiah di Beutong Ateuh: Luka yang Tak Sembuh |
![]() |
---|
Kerajaan Aceh Punya Dua Istana, Begini Kisah Sultan Mengungsi dari Kraton ke Keumala Dalam |
![]() |
---|
Tim Mapesa Temukan Makam Syah Bandar Abad Ke-17 di Aceh Besar, Mizuar Sebut Ini Penemuan Penting |
![]() |
---|
Nisan Tokoh Muslim Era Lamuri di Laweung Digulingkan ke Jurang, Prajurit TNI dan Warga Bereaksi |
![]() |
---|
Hari Ini 15 Tahun Kepergian Hasan Tiro, Deklarator GAM di Gunung Halimon, Ini 10 Fakta dari Sosoknya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.