Jurnalisme Warga
Cinta Terbagi di Balkoff Coffee
Untuk sarana ibadah sudah ada sejak awal pembangunan tempat ini. Selain itu, Nanda juga terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada setiap pelang
Kelompok menu yang berikutnya adalah drink. Terdiri atas minuman coffee, di antaranya espresso, sanger, americano, vietnam drip, sedangkan non-coffee ada chizu taro, kurma susu, vanilla latte, untuk kelompok cokelat minumannya serbacokelat seperti cokelat caramel, cokelat gula aren, dan cokelat vanilla.
Sementara itu, kelompok jus menawarkan aneka jus buah naga, apel, jeruk, wortel, dan lain-lain. Hargannya mulai dari Rp7.000 hingga Rp17.000.
Menurut Nanda, bisnis kuliner ini terkadang menjanjikan untuk masa depan, tetapi ada juga yang harus gulung tikar padahal baru seumur jagung. Untuk bertahan, membutuhkan keseriusan dari pemilik dengan cara tetap menjaga kualitas menu, memberikan pelayanan yang baik, bahkan
pelayanan prima.
Terkait dengan lahan yang digunakan membuat kita sedikit prihatin karena sebagian besar areal sawah ditimbun, tetapi tidak ada pembukaan lahan baru. Jika hal ini terus berlangsung dikhawatirkan beberapa tahun ke depan masyarakat Aceh dan Indonesia akan selalu mengimpor beras dari luar negeri.
Mengakhiri perbincangan kami bersama Nanda yang saat ini tercatat sebagai Dosen Tetap Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dia sampaikan bahwa bisnis kuliner itu melelahkan karena setiap saat menu harus dalam keadaan segar.
Menurut pemuda yang masih lajang ini pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan sementara ini mencukupi untuk biaya operasional, seperti gaji karyawan, biaya listrik, air, ATK dan lain-lain. Untungnya tanah tempat dibangun Balkoff masih milik orang tuanya. Jadi, tak perlu sewa.
Kondisi perekonomian masyarakat Bireuen secara umum masih belum stabil, hal ini memengaruhi jumlah pengunjung setiap bulannya.
Agar tetap bertahan dalam bidang usaha kuliner maka banyak hal yang harus dipelajari serta terus berupaya mengembangkan usaha baru yang lebih menguntungkan.
Membagi perhatian dan cinta antara kerja utama sebagai dosen sambil mengelola kafe dengan usaha baru yang ditekuni tentu butuh kehati-hatian. Nanda berharap agar cinta yang terbagi dalam menjalankan sejumlah usaha dapat dicontoh oleh generasi ke depan. Namun, bukan dengan menunggu informasi dan peluang usaha, melainkan harus aktif mencarinya, baik di dunia nyata maupun melalui medsos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/chairul-bariah-wakil-rektor-ii-uniki-bireuen.jpg)