Kupi Beungoh
Perubahan Iklim Dan Krisis Pangan
Pembakaran bahan bakar fosil telah merusak lapisan ozon sehingga mengakibatkan terjadinya pemanasan global
Perubahan iklim tidak dapat dihindari serta dampaknya juga sangat luas. Mencegah perubahan iklim dan mengembalikan iklim ke kondisi normal membutuhkan pendekatan secara menyeluruh serta komitmen bersama secara global.
Tentu ini membutuhkan waktu yang lama. Meskipun demikian kita harus bersikap untuk merespon fenomena tersebut, salah satunya dengan meningkatkan kemampuan untuk menyesuaikan diri atau adaptasi.
O'Brien dan Leichenko dalam Climate and Society mengemukakan bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim mencakup aspek yang sangat luas, diantaranya yaitu aspek teknis dan kebijakan, serta aspek kultur.
Baca juga: Perihal Mosi tak Percaya, Ketua DPRK Pidie: yang Penting Masyarakat Pidie dan PA Masih Percaya Saya
Aspek teknis dan kebijakan adalah peran negara dalam mengatur masyarakatnya menghadapi perubahan iklim. Hal ini meliputi pembuatan regulasi untuk meningkatkan daya tahan dan mengurangi dampak perubahan iklim pada masyarakat.
Dalam hal ini pemangku kebijakan dituntut lebih aktif menghadirkan kebijakan dan program guna merespon perubahan iklim.
Misalnya, kebijakan tentang pengembangan benih tanaman yang lebih tahan terhadap bencana serta pembenahan dan pembangunan infrastruktur yang mampu mengurangi dampak bencana.
Sementara perubahan kultur mengutamakan pada aspek pengembangan sumber daya manusia, khususnya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perubahan iklim.
Masyarakat, khususnya pelaku sektor pangan harus memahami anomali iklim yang sedang terjadi. Sehingga mereka dapat menggunakan strategi yang tepat untuk beradaptasi.
Selama ini adaptasi terhadap perubahan iklim tidak berjalan dengan baik karena minimnya pemahaman masyarakat tentang perubahan iklim.
Hasil riset lembaga Communication for Change dan Development Dialogue Asia selama 2021 dan 2022 di 34 provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat familiar dengan istilah perubahan iklim. Tetapi lebih setengah dari mereka belum memahami artinya dengan benar.
Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Guntur, Badai Debu dan Salju di Seluruh Wilayah
Kita berharap implementasi kebijakan tentang perubahan iklim yang lebih optimal di daerah. Sehingga perubahan iklim tidak hanya menjadi fokus pemerintah di tingkat internasional dan nasional.
Tetapi juga menjadi fokus utama pemerintah daerah. Pemerintah daerah dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap krisis (sense of crisis) yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan iklim.
Isu perubahan iklim adalah salah satu isu yang mendapat perhatian serius dari masyarakat dunia. Tetapi masih dianggap "halusinasi" oleh banyak masyarakat lokal, termasuk para pembuat kebijakan di tingkat daerah.
Kalau status quo terus berlanjut maka kita akan menghadapi dunia yang digambarkan oleh Charlotte McConaghy dalam novelnya yang berjudul Migrations, perubahan iklim adalah jalan menuju kepunahan.
*) PENULIS adalah alumni “Magister Hukum dan Kebijakan Lingkungan di University Of New South Wales, Australia
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DISINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iswadi-alumni-Magister-Hukum-dan-Kebijakan-Lingkungan-di-University-Of-New-South-Wales.jpg)