Kupi Beungoh

OSPEK versi Humanis

Selama mengikuti OSPEK, mahasiswa baru ada yang pingsan, ada yang sakit karena kelelahan  mengikuti agenda demi agenda OSPEK dari jam 7 pagi

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Yaitu mengisi acara OSPEK dengan acara ramah tamah, diisi dengan hal-hal yang positif, diisi dengan acara kebersamaan (sama-sama di tempat panas, sama-sama ditempat dingin), makan bersama, ini dimaksudkan untuk mengikat hati antara pihak kampus dan mahasiswa baru, dan menjadikan "kesan pertama  mereka tentang kampus menggoda".

Apakah ini penting?  Ini sangat penting bagi kampus berusaha membuat  mahasiswa baru ketika pertama kali hadir di kampus dalam acara OSPEK mendapat kesan menggoda tentang KAMPUS, antusias dengan seluruh kegiatan yang mereka ikuti. 

Keuntungannya bagi kampus, ketika  "Mahasiswa Baru" tergoda dengan seluruh kegiatannya OSPEK yang mereka ikuti adalah ini akan menjadi kenangan seumur hidup, yang harusnya indah, untuk mereka ceritakan kepada anak cucunya dimasa mendatang.

Selain itu, tercipta opini positif terhadap kampus di dalam otak mahasiswa, ini  sebagai bekal, modal penting untuk semangat belajar, memulai sesuatu dengan yang positif. Memulai sesuatu dengan yang positif   membuat pembelajaran itu efektif.  Lebih indah lagi, mereka akan rindu dan membawa orang lain rindu kembali ke kampus.

Keuntungan lainnya bagi kampus adalah? Ini sangat penting? Yaitu Promosi kampus, "Kampus Hijau, Kampus Menyenangkan",  "Kampus Islami", pastinya setelah selesai OSPEK menjadikan mereka, ribuan orang "Mahasiswa Baru", akan menjadi "DUTA KAMPUS" mereka akan menjadi "Duta Kampus" mempromosi "Kampus Hijau", "Kampus Menyenangkan" atau "Kampus Islami", dan lainnya.

Bagi para pengusaha atau orang yang berkecimpung dalam  bisnis, ini adalah momen penting, sangat penting dan sangat berharga, yaitu promosi kampus gratis secara gratis,  namun sangat efektif dan murah.

Apa yang terjadi bila sebaliknya? Ketika mahasiswa, pertama kali hadir dikampus dalam OSPEK mendapatkan sesuatu yang negatif, tekanan, siksaan baik secara fisik atau mental, mendapatkan kata-kata yang tidak senonoh, kakak leting membawa nama binatang peliharaan dalam komunikasi dengan mahasiswa baru,  prilaku yang tidak baik dari kakak leting.

"Mahasiswa Baru", akan berfikir, kok begini kampus? Kok begini tempat orang-orang terdidik dan di didik? Apa bedanya, dengan tempat lain ?  Dikampus saja yang notabane tempat orang berilmu, yang seperti ini boleh, apa lagi diluar. Sangat memprihatinkan.

Ini menjadikan pikiran dan opini anak tentang dunia kampus itu hitam, sehitam masa depan mereka. Mereka akan berfikir, kakak kelas saja kejam, pasti nanti Dosen nya juga kejam, kuliah pasti sulit, rumit, banyak tugas.

Skripsi apalagi, dosen pasti susah dijumpai, kita telpon nanti takut, mana mau diangkat, kirem WA mau gak ya nanti di balas. 

bimbingan skripsi di coret-coret, ketika ditanya yang benarnya, disuruh mahasiswa pikir sendiri, tidak di kasih saran, pendapat untuk yang seharusnya, yang sebenarnya harus mereka kerjakan.

Seperti ini kemungkinan besar yang akan terjadi, hancur semangat sebelum memulai, mereka akan kalah sebelum bertanding, mereka lelah dengan pikiran-pikiran negatif setelah OSPEK.

Rasulullah SAW mengatakan,  senyum saja bisa bernilai sedekah, apalagi jika bisa berbuat yang lebih baik untuk sesama.manusia dan anak didik.

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR Tirmidzi).

Agenda OSPEK Mahasiswa di Era Kurikulum Merdeka.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved