Kupi Beungoh
Pendidikan dan Tantangan Teknologi
Bangsa-bangsa yang telah mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ini dapat dipastikan pendidikannya juga telah demikian maju
Oleh: Muhibuddin Hanafiah*)
Mungkin semua orang di planet bumi ini sepakat bahwa pendidikan merupakan penentu peradaban umat manusia.
Dengan kata lain, mutu pendidikan suatu bangsa menentukan bagaimana bentuk peradaban bangsa itu.
Peradaban yang kita maksudkan di sini adalah identik dengan kemajuan khususnya kemajuan di bidang sains dan teknologi.
Bangsa-bangsa yang telah mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ini dapat dipastikan pendidikannya juga telah demikian maju.
Sebut saja beberapa negara yang tergolong maju sekarang ini seperti Finlandia, Jerman, Belanda, Inggris dan Perancis di Eropa, Jepang, Korea dan Taiwan di Asia, Singapora di Asia Tenggara dan Australia di Pasifik.
Negara-negara maju ini pendidikan mereka sudah demikian tertata dan mapan bahkan menjadi kiblat pendidikan dunia. Jadi, pendorong kemajuan itu salah satu variabelnya adalah pendidikan.
Sebaliknya, negara-negara “berkembang” terutama Indonesia, keadaan pendidikan secara merata pada semua jenjang dan satuannya masih memprihatinkan, masih tertinggal, tertatih-tatih, masih membutuhkan banyak dukungan.
Baca juga: Ulama, Pengemban Peran Profetik Para Nabi
Sehingga wajar saja jika kemajuan yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa ini belum tergapai hingga di era revolusi industri 4.0 sekarang ini.
Grafik kemajuan pendidikan kita masih belum mengembirakan, alias belum bergerak secara nyata ke peringkat mutu yang memadai.
Pendidikan di Indonesia masih berkutat dengan masalah-masalah mendasar dan klasik, seperti akses pendidikan yang belum merata, sarpras yang belum memadai, tenaga pendidikan yang tidak professional, kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya memihak kepada pembangunan pendidikan serta budaya belajar yang sangat rendah.
Inilah lingkaran masalah yang mendera perkembangan pendidikan di Indonesia secara umum dan juga Aceh khususnya.
Hingga kini benang kusut pendidikan ini belum terurai dengan baik dan tuntas. Sejatinya, persoalan penghambat kemajuan ini sudah harus selesai pada dekade ketika pendidikan disentralisasi oleh pemerintah pusat.
Namun kenyataannya, hingga sekarang yang notabene sudah memasuki era desentralisasipun kondisi pendidikan masih belum menunjukkan adanya indikasi kemajuan.
Dilema baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhibuddin-Hanafiah_Penulis-dan-Dosen-di-UIN-Ar-Raniry-Darussalam-Banda-Aceh.jpg)