Kupi Beungoh
Fitnah Buzzer dan Serangan Balik Mafia Tramadol
kasus pembunuhan yang diawali dengan penyiksaan oleh Praka Riswandi Manik terhadap seorang warga Bireun, almarhum Imam Masykur
Walaupun nadanya tidak meledak-ledak, tapi saya tahu dia membawa pesan ancaman.
Mereka menuduh saya telah menganggu rezeki orang lain dan tidak punya rasa setia kawan sesama orang Aceh.
Perlu saya jelaskan kembali bahwa saya adalah salah satu orang yang dihubungi pertama sekali oleh pihak keluarga korban ketika Said Sulaiman menerima mayat dari pihak kepolisian pada hari Kamis, 24 Agustus 2023.
Sampai kemarin sore saya masih berhubungan dengam pihak keluarga korban menanyakan perkembangan penanganan kasus hukum yang infonya sudah dikuasakan kepada rekan Hotman Paris Hutaphea.
Walaupun almarhum Imam Masykur bukan dari keluarga kami, yaitu keluarga Habaib tapi ada hubungan keluarga melalui jalur perkawinan dengan para Sayed di Desa Mon Kelayu, Bireuen.
Desa Mon Kelayu terkenal sebagai kampungnya para habaib dan syarifah di Kabupaten Bireuen.
Saat haul Habib Bugak beberapa waktu yang lalu, saya hadir di sana.
Baca juga: Begini Awal Mula Kasus Imam Masykur Hingga Viral Setelah Direspon Haji Uma
Sebagai seorang Aceh yang sekaligus keturunan Habaib dari fam Az-zahir jelas saya sangat berduka dengan peristiwa yang sangat keji ini.
Sebagai seorang advokat yang mengerti hukum dan insya Allah punya link dengan banyak orang di militer, pemerintahan dan kepolisian pada tingkat nasional.
Saya berjanji akan mengawal kasus ini sampai ketiga tersangka tersebut dihukum seberat-beratnya.
Jadi tuduhan kalau saya tidak punya empati adalah tuduhan dan sekedar cara menyudutkan saya agar saya tidak lagi berbicara soal motif pembunuhan ini berlatar belakang obat-obat terlarang khususnya obat daftar G jenis #Tramadol di balik kematian almarhum Imam Masykur.
Para 'mafia' jelas ketakutan dan tidak terima dengan apa yang saya katakan.
Karena kalau bisnis haram ini terbongkar pasti mereka ditangkap dan diproses hukum.
Oleh karena itu para mafia ini menggunakan para buzzer dan jejaring sindikat ini yang bisa dibayar atau diberi fasilitas dengan menggunakan akun media sosial mulai menyerang saya dengan lebih keras.
Bahkan menjurus kepada pembunuhan karakter, fitnah, dan pencemaran nama baik.
Baca juga: Penculikan dan Pembunuhan Imam Masykur Sudah Direncanakan: Pelaku Satu Angkatan, Sama-sama dari Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sayed-Muhammad-Muliady-SH_Advokat_Anggota-Komisi-III-DPRRI-periode-2009-2014_.jpg)