Breaking News

Kupi Beungoh

Implementasi Logika Dasar dalam Membangun Pola Komunikasi

Logika yang mempelajari cara bernalar yang benar pada dasarnya menggunakan pengetahuan sebagai premisnya.

|
Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Salwa Arrohim, Mahasiswi Universitas Andalas, Prodi Ilmu Komunikasi. 

Ketetapan penalaran tersebut berfungsi untuk menghindari kesalahan dalam proses penarikan kesimpulan.

Dalam konteks komunikasi, penalaran juga dapat menghadapkan proses komunikasi yang dapat memberikan langkah dalam membentuk argumentasi.

Sehingga metode penalaran dapat digunakan dalam proses komunikasi untuk meninjau pemaknaan dalam berlangsungnya proses komunikasi.

Untuk itulah, penelitian ini berpendapat bahwa terdapat keterkaitan antara penalaran dalam logika dalam membangun komunikasi.

Terdapat keterbaruan analisis dalam penelitian ini, yaitu pertama dalam aspek objek kajian, penelitian ini mengambil penalaran logika deduktif dan induktif dalam membentuk proses komunikasi.

Kedua, penalaran dalam logika memiliki nilai yang fundamental dalam proses komunikasi verbal yang berkaitan dengan penarikan kesimpulan.

Sehingga rumusan masalah dalam artikel penelitian ini yaitu, “Bagaimana Implementasi Penalaran Deduktif dan Induktif sebagai Logika Dasar dalam Membangun Komunikasi?”.

Sementara manfaat secara teoritis, kajian dalam penelitian ini diharapkan menjadi landasan teori bagi penelitian serupa yang akan datang.

Melalui implementasi penggunaan logika dasar, diharapkan mampu mengarahkan kompetensi berpikir kritis, yang nantinya dapat digunakan dalam proses komunikasi yang mereduksi kesesatan berpikir secara cerdas dan bijaksana.

PEMBAHASAN

Penalaran ilmiah yang menghendaki pembuktian secara ilmiah pada dasarnya merupakan kebenaran rasional yang mengidentifikasi kebenaran rasional dan faktual.

Penalaran yang terbagi atas penalaran induktif dan deduktif merupakan diskursus keilmuan logika yang bersandar pada kerangka berpikir tertentu.

Selanjutnya, Aristoteles menghubungkan keilmuan logika dengan istilah silogistik.

Istilah tersebut mengandung unsur abstraksi/premis mayor dan definisi atau premis minor.

Keduanya dibutuhkan dalam membangun konsep yang berisi fakta-fakta dan kesimpulan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved