Breaking News

Perikanan

Kementerian Kelautan & Perikanan Lanjutkan Pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu di Sabang

Selesai penandatangan kontrak kerja kerja, kata Aliman, dilanjutkan penyerahan lokasi kerja, penyerahan personal manajerial konstruksi, dan penyerahan

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman dan Kepala UPTD PPS Kutaradja, Fani sedang menemani rombongan dari JICA, Bappenas, KKP dan Ditjen Pelabuhan tinjau lokasi lelang ikan di PPS Kutaradja Lampulo, Minggu (2/4). 

SERAMBINEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, pada tahun anggaran 2023 ini, melanjutkan kembali pembangunan fisik Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kota Sabang, yang telah terhenti sejak tahun 2020 lalu.

“Pembangunan fisik tersebut dimulai ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan rekanan pelaksana dan konsultan pengawas, di Kantor Walikota Sabang, Kamis (5/10) ” kata Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman dalam press rilis, Minggu (8/10/2023).

Selesai penandatangan kontrak kerja kerja, kata Aliman, dilanjutkan penyerahan lokasi kerja, penyerahan personal manajerial konstruksi, dan penyerahan personal inti konsultan pengawas. Rangkaian kegiatan ini, difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Baca juga: Massa Geruduk Kejati Aceh, Desak Segera Tetapkan Tersangka Kasus SPPD Fiktif DPRK Simeulue

Acara ini, dihadiri Pj Walikota Sabang, Reza Fahlevi, Sekretaris Daerah Kota Sabang, Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP RI, Tri Arus Wibowo, Kepala Dinas Kelautan Kota Sabang, Kepala Kantor Pertanahan Kota Sabang, Panglima Laot Ie Meule dan unsur terkait lainnya.

Aliman menjelaskan, pembangunan fasilitas pelabuhan perikanan (PP), yang dilakukan Kementerian Kelautan Perikanan ini, merupakan dana hibah dari pemerintah Jepang melalui Pemerintah Pusat, untuk kelanjutan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Pelabuhan Perikanan Ie Meulee, Kota Sabang .

Sedangkan tujuan dari pembangunannya, sebut Aliman, adalah untuk meningkatkan fungsi dan memperlancar operasional kegiatan perikanan di Pelabuhan Perikanan Ie Meule yang merupakan pelabuhan perikanan yang terletak di daerah pulau kecil terluar di wilayah Aceh, yang berada di dalam kewenangan Pemerintah Aceh.

Fasilitas yang akan dibangun, kata Aliman, sebanyak 22 item pekerjaan, diantaranya dermaga, sentra kuliner, SPDN, breakwater, instalasi air bersih, instalasi air limbah, yang memang sangat dibutuhkan saat ini.

Jadi, kata Aliman, setelah proyek SKPT itu nanti selesai dibangun, maka Pelabuhan Perikanan Ie Meulee, sudah dapat beroperasi optimal dan dapat meningkatkan aktivitas perekonomian Kota Sabang , yang akan diikuti oleh peningkatan kesejahteraan nelayan di Kota Sabang dan sekitarnya.

Baca juga: Banjir Putuskan Jalan Blang Cut-Meunasah Kubu, Jembatan Gantung Penghubung Aceh Utara-Bireuen Miring

Pj Walikota Sabang, Reza Fahlevi dalam sambutannya mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, yang telah memfasilitasi, dilanjutkannya kembali pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Pelabuhan Perikanan Ie Meule, dengan sejumlah fasilitas pendukungnya, diantaranya kawasan kuliner.

Kawasan kuliner perikanan yang akan dibangun di atas dermaga SKPT itu, menurut Reza Fahlevi, akan menambah lokasi wisata kuliner baru di Kota Sabang, semoga kehadirannya mendapat respon dan simpatik, dari para wisatawan lokal, dan luar Aceh serta luar negeri, yang datang berwisata ke Kota Sabang.

Pasca Pandemi covid 19, kata Pj Walikota Sabang, Reza Fahlevi, Kota Sabang, sudah kembali banyak dikunjungi wisatawan lokal dan luar Aceh. Setiap hari libur rutin mingguan, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah kunjungan wisata ke Kota Sabang, mencapai 800 – 1.000 orang per hari.

Kenapa tingginya kunjungan wisatawan lokal dan luar Aceh, setiap hari Sabtu dan Minggu, ungkap Reza Fahlevi, karena bagi para pekerja dan anak muda, perjalanan wisata ke Kota Sabang sangat menyenangkan, bisa membuat kita jadi fresh sepulang dari sana.

Kota Wisata Sabang, menurut anak muda, mudah dijangkau, karena transportasinya sudah sangat memadai dan dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.

“Jika menggunakan kapal cepat hanya butuh waktu 50-60 menit, harga tiketnya juga terjangkau," ujar Reza Fahlevi.

Selain pada hari liburan rutin kerja hari Sabtu dan Minggu, ungkap Reza Fahlevi, Kota sabang juga, banyak dikunjungi pada hari libur sekolah, hari libur kuliah dan hari libur nasional, seperti libur lebaran dan tahun baru.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved