Kejamnya PM Israel Stop Truk Pemasok Bantuan, Netanyahu: Tak Ada Bantuan Kemanusiaan di Jalur Gaza
Kejamnya Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu stop truk dan tutup penyeberangan Rafah, sebut tak ada bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Kejamnya Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu tutup penyeberangan Rafah dan sebut tak ada bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Diketahui sejumlah ambulans dan truk yang membawa pasokan kemanusiaan bersiap untuk menyeberang ke Gaza pada hari Senin (16/10/2023).
Bantuan dikirim setelah 10 hari serangan udara Israel tanpa henti yang telah menewaskan 2.750 warga Palestina.
Sebanyak satu juta orang mengungsi, Israel menghancurkan seluruh lingkungan di wilayah pesisir Palestina.
Baca juga: Presiden AS Ancam Iran usai Hamas Serang Israel, Biden Peringatkan Hati-hati! Mulai Takut?
Baca juga: Pejuang Pro Palestina Ancam Bombardir Pangkalan Pasukan AS Bila Campur Tangan Perang Israel-Gaza
Pergerakan pasokan bantuan ke Gaza seharusnya dimungkinkan melalui kesepakatan negosiasi antara Mesir, AS dan Israel.
Kesepakatan ketiga negara itu mengenai gencatan senjata yang dijadwalkan dimulai pada pukul 9 pagi, Senin kemarin.
Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah telah dilakukan gencatan senjata dalam pernyataannya di X (dulu Twitter).
"Saat ini tidak ada gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza sebagai imbalan atas pengusiran orang asing," bunyi pernyataan kantor Netanyahu dikutip Serambinews.com dari The National, Selasa.
Pejabat Hamas, Izzat El Reshiq juga membantah adanya gencatan senjata sebagaimana laporan Reuters.
Para pejabat Mesir mengatakan konvoi bantuan diperkirakan mulai bergerak pada pukul 7 pagi atau 10 pagi waktu setempat, tergantung pada gencatan senjata.
Tidak ada kabar mengenai pergerakan apa pun hingga Senin sore.
Baca juga: Global Ehsan Relief Buka Donasi untuk GAZA
Meskipun konvoi besar tersebut tetap berada di kota perbatasan Rafah dan kota terdekat Al Arish, keduanya di bagian utara Semenanjung Sinai Mesir.
Para pejabat Mesir mengatakan, empat truk bermuatan bahan bakar dan mengibarkan bendera PBB bergerak pada Senin malam ke sisi perbatasan Mesir.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.