Kejamnya PM Israel Stop Truk Pemasok Bantuan, Netanyahu: Tak Ada Bantuan Kemanusiaan di Jalur Gaza
Kejamnya Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu stop truk dan tutup penyeberangan Rafah, sebut tak ada bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Bantuan ini datang dari Mesir, Turki, Yordania, Tunisia dan UEA, dengan keterlibatan Program Pangan Dunia PBB dan Unicef.
Persediaan meliputi makanan, selimut, dan peralatan medis, seperti unit penyimpanan darah.
Beberapa truk yang memuat bantuan mempunyai gambar Presiden Mesir di sisinya.
Mesir dan Israel menandatangani perjanjian perdamaian pada tahun 1979.
Namun hubungan mereka sering dilanda ketegangan karena Kairo melihat perlakuan keras Israel terhadap warga Palestina.
Mesir juga marah dengan sikap Israel yang enggan memberikan izin kepada Palestina menjadi negara merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.
Meski demikian, kedua negara telah bekerja sama erat dalam kontraterorisme dan memerangi perdagangan manusia dan narkoba ke Israel dari Semenanjung Sinai.
Mesir juga telah memediasi gencatan senjata untuk mengakhiri perang sebelumnya antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas yang terakhir mengakhiri konflik pada 2021.
Namun kekerasan terbaru ini telah membuat hubungan kedua negara menjadi tegang,
Presiden Mesir, El Sisi mengatakan kepada Blinken Minggu lalu bahwa tanggapan Israel terhadap serangan yang dipimpin Hamas melampaui haknya untuk membela diri dan merupakan hukuman kolektif.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.