Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Meriam Lada Sicupak dan Keteguhan Aceh untuk Kebebasan

Banyak literasi yang menuliskan bahwa meriam Lada Sicupak yang berarti “Segenggam Lada” memiliki cerita sendiri dalam penamaannya yang membuat saya se

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan IPS, Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, melaporkan dari Jakarta 

Keterbukaan dan hubungan yang setara mengajarkan kita semua arti sebuah harga diri bangsa. Jangan sampai hanya soal dagang, kita menjadi budak di negeri sendiri.

Kembali menilik sejarah meriam Lada Sicupak ini, senjata besar yang saat ini berdiam di Museum Bronbreek, Belanda, memang tidak hanya menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Aceh untuk sebuah kebebasan. Namun, juga mengajarkan pada generasi masa depan bahwa kebebasan dan kemerdekaan tidak dapat diraih tanpa perjuangan oleh diri sendiri. Mereka yang kini telah menjadi syuhada sangat menyadari makna dalam Q.S. Ar-Rad: 11 yang artinya, “…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” Kemasyhuran sejarah sebagai pusat perdagangan rempah selama berabad-abad seharusnya tidak membuat kita terlena begitu saja, kemudian menjadikannya sebagai identitas diri tanpa introspeksi diri.

Pelbagai kitab dari masa kesultanan telah menggambarkan secara jelas bahwa bangsa Aceh adalah bangsa yang berdaulat. Pemerintahan yang berjalan mengupayakan terbentuknya negeri yang dalam Q.S. Saba: 15 disebut sebagai “…baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”. Dan meriam Lada Sicupak menjadi saksi perjuangan bangsa Aceh Darussalam masa lalu untuk menggapai kebebasan dari monopoli perdagangan dan kerusakan imbas imperialisme bangsa Barat saat itu.

Kebebasan menjadi harga mati yang tidak dapat dibeli dengan apa pun. Siapa pun yang merenggut kebebasannya, maka akan berhadapan dengan perlawanan semesta Aseh yang disebut Jihad fi sabilillah, .

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved