Senin, 27 April 2026

Info Singkil 

13 Komoditas Unggulan Laut Aceh Singkil, Peluang Bagi Investor Perikanan

Namun yang tergarap baru sekitar 39,5 persen atau 11.530,11 ton per tahun dari keseluruhan potensi perikanan tangkap. Sehingga peluang investasi...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Pedagang menjajakan ikan laut hasil tangkapan nelayan di pasar tradisional Singkil, Aceh Singkil, Senin (15/1/2024). 

Namun yang tergarap baru sekitar 39,5 persen atau 11.530,11 ton per tahun dari keseluruhan potensi perikanan tangkap. Sehingga peluang investasi di sektor perikanan tangkap dan pengolahan ikan masih sangat besar. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kabupaten Aceh Singkil, memiliki 13 komoditas unggulan perikanan tangkap (laut). 

Antara lain ikan kerapu macan/sunu, udang lobster, kakap putih, kakap merah, rumput laut, udang, tenggiri, kuwe gerong, tongkol, gembolo, teri karang, kepiting bakau dan rajungan.

Hasil tangkapan dari 13 komoditas unggulan tersebut, dipasok untuk memenuhi permintaan Sumatera Utara dan Jakarta. 

Bahkan beberapa diantaranya, merambah pangsa pasar ekspor Asia Tenggara dan Asia Timur. 

Jenis ikan ekspor tersebut antara lain kakap putih, kakap merah, lobster dan tenggiri. 

Sementara itu berdasarkan data Dinas Perikanan Aceh Singkil, potensi ikan tangkap di daerah itu mencapai 29.154 ton per tahun.

Namun yang tergarap baru sekitar 39,5 persen atau 11.530,11 ton per tahun dari keseluruhan potensi perikanan tangkap. 

Sehingga peluang investasi di sektor perikanan tangkap dan pengolahan ikan masih sangat besar. 

Apalagi, sektor perikanan tangkap sudah didukung pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Anak Laut di kawasan Singkil Utara. 

Baca juga: Harga Ikan Lele Segar Rawa Singkil Rp 40 Ribu Per Kg, Dikeringkan Jadi Rp 150 Ribu

Di PPI Anak Laut sudah tersedia pabrik es, persediaan air tawar, tempat pelelangan ikan, tempat parkir dan dermaga tambat. 

Persoalan alur pendangkalan yang selama ini menjadi penghambat masuknya investasi telah teratasi. 

Menyusul telah dilakukannya pengerukan alur pelayaran. 

Ini terbukti dengan lancarnya ke luar masuk kapal tradisional yang melayani rute pelayaran Anak Laut-Pulau Banyak dan sebaliknya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved