Salam
Berpolitik Itu Juga Harus Rasional
Sebaliknya, kita juga merasa heran terhadap caleg terten-tu yang terpantau memasang baliho dimana-mana, tetapi partai yang ‘dinaunginya’ tidak pernah
POLITIK itu memang tidak ada rumus. Begitupun, dalam menjalankan aktivitas politik itu juga harus bersikap rasional, terutama saat maju menjadi caleg, baik untuk DPRK, DPRA, ma-upun DPR RI. Sebab, apabila yang dikedepankan hanya sebuah ambisi untuk menjadi anggota dewan, maka jalan menuju stres akan terbuka lebar. Terutama bagi mereka yang gagal alias ti-dak berhasil dalam perjuangannya merebut kursi.
Untuk itu, sikap sejumlah politisi dari partai tertentu di Aceh Utara yang tidak melaporkan biaya kampanye, kita nilai sesua-tu yang wajar dan masuk akal. Artinya, mereka sudah memper-hitungkan akan kesulitan mendapatkan kursi, sehingga tidak perlu membuang biaya secara sia-sia, termasuk dalam hal kam-panye.
Sebaliknya, kita juga merasa heran terhadap caleg terten-tu yang terpantau memasang baliho dimana-mana, tetapi partai yang ‘dinaunginya’ tidak pernah lulus parliamentary threshold alias hanya mendapat nol koma dalam berbagai survei. Sikap percaya diri yang berlebihan ini memang tidak bisa dilarang, te-tapi mestinya ini bisa dikendalikan.
Alasannya adalah, jika pun yang bersangkutan mendapat kur-si, tetapi jika partainya sulit lolos, ya sama saja dengan meng-habiskan energi atau membuang-buang duit secara percuma. Tampaknya sejumlah partai di Aceh Utara dimaksud sudah bisa mengendalikan dirinya, dan itu masuk akal.
Sebelumnya diberitakan, dari 24 Partai Politik (Parpol) peser-ta Pemilu 2024 di Aceh Utara, terdapat enam partai yang memi-liki terbanyak dana kampanye.
Dari enam partai tersebut, untuk partai lokal yang terba-nyak memiliki dana kampanye adalah Partai Generasi Atjeh Be-usaboh Tha’at dan Taqwa (Gabthat) Rp 473.350.000. Sedang-kan untuk parnas yang terbanyak memiliki dana kampanye adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rp 278.800.000.
Informasi ini diperoleh Serambi dari Laporan Awal Dana Kampenye (LADK) yang disampaikan parpol kepada Komisi In-dependen Pemilihan (KIP) Aceh Utara melalui Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (Sikadeka). Empat partai lain-nya yang memiliki dana kampanye terbanyak adalah Partai Aceh Rp 299.500.000.
Kemudian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memiliki dana kampanye awal Rp 214.273.700, kemudian penggunaan-nya Rp 212.273.700, sehingga tersisa Rp 2.000.000. Selanjut-nya untuk Partai Nasdem dana kampanye awal yang dimiliki Rp 118.850.000. Berikutnya untuk untuk Partai Darul Aceh (PDA), Rp 119.000.000.
Selain itu di Aceh Utara, terdapat enam parpol yang nihil dana kampanye. Masing-masing, Partai kebangkitan Nusantara (PKN). Partai ini dalam LADK menyampaikan saldo awal Rp 200 ribu.
Kemudian Partai Perindo juga tidak memiliki dana kampa-nye dan hanya melaporkan saldo awal Rp 200 ribu. Selanjutnya PDI Perjuangan dalam LADK menyampaikan saldo awal Rp 100 ribu, tapi dana kampanye nihil.
Selanjutnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Go-longan Karya (Golkar) menyampaikan saldo awal Rp 200 ribu, tapi nihil dana kampanye. Nah?
POJOK
Perdinand Sinaga selamatkan poin Persiraja laga PSIM
Makanya jangan berlebihan membenci orang Medan…
Enam Parpol di Aceh Utara nihil dana kampanye
Mereka kampanye lewat TikTok, hehehe….
Sebanyak 1.311 hektar sawah di Aceh Besar ala-mi kekeringan
Di tempat lain malah kantongnya yang kering, tahu?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pendaftaran-Pengawas-TPS-Pemilu-2024.jpg)