Konflik Palestina vs Israel

Hamas Tolak Usulan Israel untuk Gencatan Senjata 2 Bulan, Sebut Penipuan

Gerakan Perlawanan Islam atau Hamas menolak usulan Israel untuk membebaskan sandera untuk Gencatan Senjata selama 2 bulan di Gaza.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/MOHAMMED ABED
(FILE) - Anggota brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, membawa senjata mereka saat merayakan gencatan senjata antara Gaza dan Israel mulai berlaku, di kamp pengungsi Nusseirat di pusat Jalur Gaza. Brigade Ezzedine al-Qassam Siap hadapi IDF di Perang Darat (MOHAMMED ABED / AFP) 

 

Penarikan Pasukan IDF Adalah Kesalahan

Israel baru-baru ini mengurangi operasi darat di Jalur Gaza atas tekanan AS, dengan menarik sebagian pasukannya dari Gaza.

Pada hari Senin, tentara Israel menarik Unit 36 dari Jalur Gaza. Divisi ke-36 beroperasi di lingkungan Al-Zaytoun, Al-Shati, Shujaiya, dan Al-Rimal di Kota Gaza, di utara.

“Pengurangan intensitas dan aktivitas [tentara Israel] di Jalur Gaza dan penarikan pasukan [di Gaza] adalah sebuah kesalahan,” kata Menteri Israel Gideon Saar pada 16 Januari.

“Kita perlu memutuskan untuk meningkatkan tekanan terhadap Hamas. Kita juga perlu memutuskan bahwa perubahan pada situasi pertempuran didasarkan pada kemajuan dan pencapaian tujuan, bukan pada jadwal.”

Para pejabat militer Israel sebelumnya sempat sesumbar bahwa kehadiran Hamas di Gaza utara telah dibubarkan.

Namun, kelompok tersebut terus menghadapi tentara Israel di beberapa wilayah utara, sehingga sering melakukan penyergapan.

Roket juga terus terbang keluar dari utara Gaza, menargetkan permukiman dan Kibbutzim di sekitar Jalur Gaza. Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa Israel terus-menerus mengklaim menargetkan infrastruktur militer Hamas.

“Dugaan pencapaian yang diumumkan musuh… merupakan ejekan bagi kami… akan tiba saatnya kami membuktikan klaim tersebut salah,” kata juru bicara Brigade Qassam Abu Obeida pada 14 Januari.

Pasukan Israel juga menghadapi perlawanan sengit di selatan Gaza, tempat operasi militer kini terfokus. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada 16 Januari kalau perang dapat berlangsung hingga tahun 2025.

Tel Aviv telah meningkatkan pemboman tanpa pandang bulu di beberapa wilayah Jalur Gaza, yang paling menonjol di kota selatan Khan Yunis.

Lusinan orang tewas dalam 24 jam terakhir ketika “pasukan Israel menargetkan rumah sakit, ambulans, dan sekolah tempat ribuan warga sipil berlindung,” lapor Al-Jazeera.

 

Baca juga: TNI AU Bunuh Pemilik Warung di Medan, Pratu Richal Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara dan Tidak Dipecat

Baca juga: Kemendagri Apresiasi Kinerja Pj Bupati Aceh Singkil

Baca juga: Kasus Ibu Siksa Anak Kandung di Surabaya, Kesaksian Tetangga: Hampir Tiap Hari Dengar Tangisan

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hamas Tolak Usulan Israel untuk Gencatan Senjata 2 Bulan, Hamas: Ini Tipuan, Kami Ingin Setop Perang

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved